Bayu Skak Angkat Sisi Positif Gunung Kawi lewat Film Sekawan Limo 2
- 31 Mei 2026 21:19 WIB
- Purwokerto
Poin Utama
- Hiburan
- Film Indonesia
- Bayu Skak
- Sekawan Limo
- Bioskop
- Budaya
RRI.CO.ID, Purwokerto — Sutradara sekaligus aktor berbakat, Bayu Skak, kembali menghibur pencinta sinema tanah air lewat sekuel film terbarunya yang bergenre horor komedi. Setelah sukses merangkul jutaan penonton pada film pertama, film terbaru berjudul Sekawan Limo 2, Gunung Klawih, ini akan mengeksplorasi cerita yang lebih matang.
Pada sekuel kedua ini, jalan cerita sengaja dirancang untuk berkembang secara emosional seiring dengan pendewasaan setiap karakter di dalamnya. Menurut sang sutradara, fokus utama konflik kali ini bergeser untuk mengupas dinamika masalah dari kehidupan keluarga karakter Andrew.
Bayu Skak menegaskan bahwa proyek film Sekawan Limo sejak awal memang diproyeksikan sebagai kekayaan intelektual (IP) jangka panjang yang direncanakan memiliki lima judul film.
"Kalau Sekawan Limo sendiri itu sebenarnya bukan IP yang cuma satuan, karena memang dari awal Sekawan Limo itu didesain untuk bahkan sampai lima film," ungkap Bayu menjelaskan komitmen produksinya.
Menariknya, lokasi yang diangkat dalam film komedi horor ini terinspirasi langsung dari tradisi dan realitas masyarakat di wilayah Jawa Timur, khususnya Kabupaten Malang. Nama tempat dalam film sengaja dipelesetkan menjadi Gunung Klawih guna menjaga keselarasan komedi, agar tetap sopan dan menghargai tempat aslinya.
Melalui film ini, sang sutradara juga membawa misi penting untuk meluruskan stigma negatif yang terlanjur melekat di mata masyarakat. Selama ini Gunung Kawi kerap diidentikkan dengan tempat pesugihan, padahal wilayah bagian atas justru memiliki energi positif berupa tempat beribadah kelenteng serta makam tokoh penyebar agama Islam.
Pria kelahiran Malang ini menambahkan bahwa banyak pengusaha yang datang ke sana murni untuk melakukan introspeksi diri di tengah suasana pegunungan yang sejuk.
"Tapi kami meluruskan bahwa nggak cuma itu, bahwa Gunung Kawi itu yang di atas memang kita ke kelentengnya untuk introspeksi diri," kata Bayu membagikan hasil riset mendalamnya.
Melalui keseimbangan antara unsur komedi segar dan pelurusan mitos lokal, film ini diharapkan tidak hanya sekadar mengocok perut penonton di bioskop. Lebih dari itu, karya terbaru Bayu Skak ini berpotensi menjadi angin segar bagi industri perfilman daerah yang mampu mengedukasi masyarakat mengenai warisan budaya dan tradisi asli nusantara secara lebih objektif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....