Masih Tayang di Bioskop! Na Willa: Melihat Dunia dari POV Anak-anak

  • 09 Apr 2026 11:26 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Masih Tayang di Bioskop! Na Willa: Ajak Nostalgia Masa Kecil

Memasuki bulan April, film Na Willa masih bertengger di bioskop sejak penayangan pertama pada 18 Maret lalu. Hingga 8 April, berhasil menembus 1.224.716 penayangan, menunjukkan film anak-anak ini masih diminati masyarakat.

Film ini merupakan garapan Ryan Adriandhy, yang sebelumnya sukses dengan film animasi anak-anak, Jumbo. Na Willa diadaptasi dari novel popular karya Reda Gaudiamo dengan judul yang sama.

Bagi saya yang belum membaca novel Na Willa, film ini cukup memuaskan. Mampu membawa memori masa kecil dan merasakan kehangatan keluarga.

Berlatar tahun 1960-an di Surabaya, menghadirkan slice of life dari sudut pandang anak-anak. Visual yang menonjol mampu menarik perhatian penonton. Melalui efek animasi imajinatif dan voice over tokoh utama membuat penonton diajak masuk dalam cerita.

Pemilihan soundtrack “Oh Hesti” oleh Lilis Suryani dan lagu-lagu dari Nona Ria juga menambah suasana nostalgia. Tak hanya itu, lagu khusus ciptaan Laleilmanino berjudl “Sikilku Iso Muni” memberikan warna dalam film.

Na Willa mengekspresikan dunia anak-anak yang jujur, polos, dan penuh rasa ingin tahu. Ia tinggal di Gang Krembangan, Surabaya. Ia suka bermain dengan tiga sahabatnya, Farida, Dul, dan Bud. Namun, semua berubah saat Dul mengalami kecelakaan dan Farida serta Bud harus mulai sekolah.

Akibatnya, Na Willa merasa kesepian. Menghabiskan hari-harinya untuk bermain bersama ayam kuning kecilnya, membongkar radio, dan aktivitas membosankan lainnya di rumah. Hingga akhirnya, tibalah Na Willa diizinkan untuk bersekolah.

Di sana, Ia menemukan dunia luar yang berbeda dari kebiasaannya, penuh batasan dan aturan. Penonton disuguhkan konflik perbedaan ras dan agama, namun tetap disampaikan dengan sederhana sehingga mudah dicerna.

Adapun momen yang paling kuat dalam film ini adalah saat Na Willa belajar tentang bohong dan tanggung jawab bersama Mak. Selain itu, Pak juga selalu membelikan Na Willa buku-buku untuk dibaca sebagai bentuk kepeduliannya.

Selain visual film dan jalan cerita yang menyenangkan, kemampuan akting pemerannya juga menentukan kualitas film. Di sini, Luisa Adreena membawakan karakter Na Willa dengan sangat baik dan natural.

Interaksinya dengan orang tua, yang diperankan Irma Rihi dan Junior Liem juga menunjukkan potrek keluarga yang penuh kasih sayang. Dilengkapi dengan karakter-karakter lain yang menghidupkan cerita.

Meskipun berlatar Surabaya, dialek Surabaya sangat minim dipakai. Di sisi lain, penggunaan bahasa baku yang sesuai dengan latar waktu menjadi nilai tambah dalam film ini.

Film berdurasi 118 menit ini layak dan ideal dinikmati lintas usia. Tidak hanya menghadirkan cerita anak-anak yang penuh keceriaan, namun juga merangkum isu identitas, proses bertumbuh, dan mengajarkan peran orangtua yang hangat tanpa menggurui.

Bagaimana? Film Na Willa sangat tepat menjadi tontonan, baik sendiri, bersama teman maupun keluarga bukan? Segera kunjungi bioskop kesayangan Anda sebelum turun layar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....