Sering Ketiduran saat Nonton TV atau Film, Simak Penjelasan Ilmiahnya

  • 24 Mar 2026 11:27 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto: Banyak orang tanpa sadar tertidur saat menonton televisi atau film, terutama pada malam hari. Fenomena ini ternyata dapat dijelaskan secara ilmiah.

Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa kondisi tubuh yang lelah, suasana yang rileks, hingga paparan cahaya dari layar berperan dalam memicu rasa kantuk saat menonton. Salah satu penyebab utama adalah meningkatnya “tekanan tidur” atau sleep pressure.

Dalam kajian tentang fisiologi tidur, semakin lama seseorang terjaga, maka kebutuhan tubuh untuk tidur akan semakin besar. Ketika seseorang menonton TV setelah beraktivitas seharian, tubuh berada dalam kondisi santai sehingga otak lebih mudah beralih ke mode istirahat dan akhirnya tertidur.

Selain itu, paparan cahaya layar juga memengaruhi sistem biologis tubuh. Penelitian dari University of Haifa yang dipublikasikan dalam jurnal Chronobiology International menemukan bahwa cahaya biru dari layar dapat menekan produksi hormon melatonin, yaitu hormon yang mengatur rasa kantuk dan siklus tidur (Touitou et al., 2017).

Temuan ini diperkuat oleh kajian dalam jurnal Frontiers in Physiology (2022) yang menyebutkan bahwa paparan cahaya biru pada malam hari dapat mengganggu ritme sirkadian serta kualitas tidur. Meskipun dampaknya dapat berbeda pada setiap individu tergantung kebiasaan dan kondisi tubuh.

Penelitian lain di bidang ilmu tidur juga menunjukkan bahwa cahaya dengan panjang gelombang tertentu, terutama cahaya biru bisa mengaktifkan sel khusus pada retina yang mengirim sinyal ke otak untuk tetap terjaga. Hal ini membuat tubuh seolah masih berada dalam kondisi siang hari sehingga produksi melatonin berkurang (Brainard et al., 2001).

Namun, jika tubuh sudah sangat lelah, dorongan alami untuk tidur tetap bisa lebih kuat. Dengan demikian, mudah tertidur saat menonton TV bukan sekadar karena tayangan yang membosankan, tetapi merupakan kombinasi dari kelelahan, suasana yang menenangkan, serta respon alami tubuh terhadap cahaya dan ritme biologis.

Kita hendaknya membatasi penggunaan layar sebelum tidur agar kualitas istirahat tetap terjaga.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....