Love Language, Lima Bahasa Cinta Manusia

  • 16 Feb 2026 09:14 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto: Love language adalah cara seseorang mengekspresikan dan menerima cinta. Perbedaan bahasa cinta sering membuat seseorang merasa kurang dicintai, padahal pasangannya sudah berusaha menunjukkan kasih sayang dengan caranya sendiri.

Konsep love language terdiri dari lima jenis, yaitu Words of Affirmation, Quality Time, Receiving Gifts, Acts of Service, dan Physical Touch. Menurut American Psychological Association, kepuasan hubungan dipengaruhi oleh kemampuan pasangan memahami kebutuhan emosional satu sama lain.

  • Words of Affirmation: bahasa cinta berupa kata-kata positif seperti pujian, ucapan terima kasih, dan ungkapan sayang. Penelitian Impett dkk. (2014) dalam Journal of Personality and Social Psychology menunjukkan bahwa respons emosional secara verbal meningkatkan kedekatan dan kepuasan hubungan.
  • Quality Time: bahasa cinta berupa perhatian penuh tanpa gangguan, seperti berbincang dari hati ke hati atau melakukan aktivitas bersama. Reis dan Shaver (1988) dalam Psychological Bulletin menyebut bahwa kedekatan emosional tumbuh dari interaksi yang penuh perhatian dan saling memahami.
  • Receiving Gifts: bahasa cinta yang melihat hadiah sebagai simbol perhatian dan usaha, bukan soal mahal atau tidak. Flynn (2016) dalam Journal of Consumer Psychology menemukan bahwa hadiah yang bermakna dapat memperkuat ikatan emosional antara pemberi dan penerima.
  • Acts of Service: bahasa cinta yang diwujudkan lewat tindakan nyata seperti membantu pekerjaan atau meringankan beban pasangan. Algoe (2012) dalam Emotion Review menjelaskan bahwa perilaku menolong meningkatkan rasa terhubung dan kepuasan relasi.
  • Physical Touch: bahasa cinta berupa sentuhan seperti pelukan, gandengan tangan, atau tepukan lembut yang memberi rasa aman. Field (2010) dalam Developmental Review menunjukkan bahwa sentuhan fisik menurunkan hormon stres dan meningkatkan perasaan nyaman.

Memahami love language membantu pasangan menyesuaikan cara menunjukkan cinta agar lebih tepat sasaran. Penelitian menunjukkan bahwa perbedaan bahasa cinta yang dipahami dengan baik dapat mengurangi salah paham, memperkuat ikatan emosional, dan menjaga hubungan tetap harmonis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....