Galeri Mini Mugo Sumedi Hidupkan Seni di Purwokerto
- 26 Jan 2026 08:35 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto -Galeri Mini Mugo Sumedi di Perempatan Glempang kini menjadi pusat perhatian bagi para pencinta seni di Purwokerto Utara. Galeri mini milik seniman kawakan bernama asli Mugo Sumedi ini menawarkan berbagai karya lukis dan karikatur yang memanjakan mata para pengunjung.
Ki Mugo telah mendedikasikan hidupnya secara total dalam dunia seni lukis selama kurang lebih 35 tahun sejak tahun 1990. Sebelum menetap selama sembilan tahun di Purwokerto, ia terlebih dahulu merintis karier seninya di Jakarta selama puluhan tahun.
"Selama 35 tahun saya totalitas di dalam dunia seni. Saya memang harus berani berkarya di pinggir jalan seperti ini untuk memperkenalkan karya-karya saya," ujar Ki Mugo saat diwawancarai bersama RRI pada Sabtu, (24/1/2026).
Proses pembuatan sebuah karya di galeri mini ini sangat bergantung pada media yang digunakan oleh sang seniman. Lukisan di atas media karton biasanya dapat diselesaikan dalam satu hari, sementara media kanvas membutuhkan waktu minimal lima hari karena proses pengeringan cat minyak.
Setiap karya yang dihasilkan memiliki karakteristik unik, mulai dari lukisan realis, natural, hingga karikatur yang jenaka. Ki Mugo juga kerap menggunakan media unik seperti serbuk konte hingga olahan tanah gunung yang tidak luntur untuk menciptakan karya yang memiliki cerita sejarah.
"Lukisan saya itu bercerita, saya sering menggali sejarah zaman dulu seperti rumah bilik atau dapur kayu. Itu justru laku karena memiliki nilai cerita yang kuat," jelasnya mengenai keistimewaan karyanya.
Mengenai harga, Galeri Mini Mugo Sumedi, menawarkan tarif yang cukup variatif dan kompetitif bagi masyarakat luas. Untuk lukisan media karton dibanderol mulai dari Rp350.000, sedangkan karya premium menggunakan kanvas dan cat minyak dipatok mulai dari Rp1.000.000 hingga Rp1.500.000.
Pelanggan yang datang biasanya memesan jasa lukis wajah atau objek tertentu untuk keperluan pribadi maupun kado. Selain mengerjakan pesanan harian, Ki Mugo juga aktif membawa karya-karyanya ke berbagai pameran seni di wilayah Jawa Tengah hingga Yogyakarta.
"Ide-ide untuk berkarya biasanya saya kalau ada waktu senggang saja. Karena di sini terutama saya jual jasa. Orang datang ke sini pesen lukisan apa saja, baik lukisan kuda, macan, manusia itu sudah sering, tiap hari malah gambar orang," tambah Ki Mugo
Di tengah gempuran teknologi, Ki Mugo berpesan kepada generasi muda agar lebih fokus mengasah keterampilan dan bakat yang dimiliki. Baginya, ijazah hanyalah pelengkap, sementara keterampilan nyata seperti melukis adalah modal utama untuk bertahan hidup dan mencapai kesuksesan.
Galeri Mini Ki Mugo berlokasi di Jalan Bunyamin, Pasar Glempang, dan beroperasi mulai pukul 08.00 hingga 14.00 WIB setiap harinya. Setelah jam operasional pasar usai, ia melanjutkan proses kreatifnya di sanggar pribadinya yang bernama Saung Seni di Sokaraja Wetan.
"Pesan saya kalau memang hobi dengan dunia seni, harus totalitas supaya orang mengenal siapa kita. Sukses bukan berarti kaya, tapi apa yang saya cita-citakan kesampaian," tutur Ki Mugo menutup wawancara. (DSY/VR)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....