Art Exhibition Tesda Purwokerto Ramai Penikmat Seni

  • 18 Okt 2025 06:47 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Banyumas: Pameran seni bertajuk “Ruang Retak” di TESDA Purwokerto tengah diselenggarakan (16-18/10/2025) oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Seni Rupa (SENRU) UIN Saizu Purbalingga yang bekerja sama dengan Komunitas Art Hey. Selain menampilkan karya visual, acara ini juga diramaikan dengan kegiatan pendukung seperti talkshow seputar kesehatan mental.

Pameran “Ruang Retak” menarik perhatian masyarakat luas, terutama generasi muda yang mengetahui acara ini melalui media sosial TikTok. Pameran ini diadakan sebagai wadah bagi individu yang mengalami gangguan kejiwaan ringan untuk menyalurkan perasaan dan pengalaman mereka melalui karya seni.

Puncak kunjungan terjadi pada sore hari, di mana banyak pengunjung datang untuk menikmati karya seni sekaligus berdiskusi mengenai makna di balik setiap lukisan. Salah satu pengunjung, Amanda Monadi dari Universitas Wijayakusuma (UNWIKU) Purwokerto, mengapresiasi konsep dan penataan pameran yang dinilainya lebih tertata dibandingkan dengan pameran serupa sebelumnya.

“Menurutku ini jadi satu langkah gede lah buat Purwokerto buat mulai ngehidupin karya seni rupa lukis, karena kalau dibandingin sama kota-kota yang lain, Purwokerto masih jarang ada pameran-pameran kayak gini. Mungkin bisa lebih diseringin dengan nge-guide UKM-UKM seni mahasiswa juga mungkin mereka bisa lebih produktif lagi,” ujar Amanda.

Selain Amanda, Mentari Fanni, pengunjung lainnya, menilai bahwa pameran ini membuka ruang dialog yang lebih luas mengenai isu kesehatan mental dan cara mengekspresikannya.

“Dengan adanya pameran kayak gini mungkin masyarakat luas yang nggak open-minded tentang hal-hal kayak gini bakal mengerti bahwa ternyata kayak rasa yang kita alami itu tidak melulu tentang kegilaan orang yang seperti kita lihat yang kayak jalan-jalan bikin jalan. Ternyata tuh ada yang mungkin punya penyakit mental di otak tapi kita normal gitu, aktivitasnya normal, jadinya kan kayak teraplikasikan lewat seni ya,” ungkap Fanni.

Pameran ini tidak hanya menjadi ajang apresiasi seni, tetapi juga ruang refleksi sosial mengenai pentingnya memahami kondisi psikologis manusia. Melalui tema “Ruang Retak”, penyelenggara berupaya menunjukkan bahwa seni dapat menjadi media terapi sekaligus sarana edukasi untuk membangun empati terhadap individu dengan gangguan mental.

Dengan antusiasme pengunjung yang tinggi, pameran ini diharapkan dapat menjadi momentum kebangkitan seni rupa di Purwokerto sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan mental dan ruang ekspresi bagi semua orang. (Hanan Ma'ruf)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....