Tari Lengger Banyumasan : Warisan Budaya Takbenda Indonesia
- 18 Jul 2025 09:55 WIB
- Purwokerto
KBRN, Purwokerto : Banyumas merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang memiliki beragam keunikan, terutama dalam kesenian tradisionalnya. Salah satu tari tradisional legendaris yang dimiliki yaitu Lengger Banyumasan. Ada apa saja yang ada di dalam tari lengger ini? Siapa saja yang bisa melakukan tarian tersebut? Bagaimana kisah atau sejarah dari Lengger Banyumasan ini? Agar terjawab semua pertanyaan tersebut, yuk simak bersama-sama pembahasannya berikut ini.
Kata lengger ini sendiri berasal dari kata “eling ngger”, dimana kata eling bermakna ingat dan kata ngger merupakan panggilan untuk seorang anak. Namun ada pula yang menyebutkan bahwa lengger berasal dari kata “le” yang diambil dari kata thole yang merupakan sebutan untuk anak laki-laki dan “ngger” yang merupakan sapaan untuk anak perempuan.
Dalam jurnal penelitian dari Universitas Negeri Yogyakarta mengenai “Makna Indhang dalam Kesenian Ebeg & Lengger”, disebutkan bahwa menurut masyarakat Banyumas sendiri, lengger memiliki lambang akan kesuburan. Hal tersebut selaras dengan kondisi Banyumas yang merupakan daerah agraris, dimana kebanyakan mata pencaharian masyarakatnya sebagai petani dan bercocok tanam. Disebutkan juga dalam laman resmi warisanbudaya.kemdikbud.go.id bahwa dari kondisi tersebut pula yang menginspirasi lahirnya Lengger Banyumasan pada 1755.
Lengger Banyumasan dapat dimainkan oleh laki-laki maupun perempuan, dimana walaupun laki-laki yang akan membawakan tari lengger, tapi dia akan tetap didandani layaknya perempuan, seperti dipakaikan konde, kemben, hingga wajahnya dirias. Berdasarkan dari laman resmi Kemdikbud tentang Warisan Budaya Takbenda Indonesia, hal tersebut ternyata memiliki sejarahnya sendiri, yaitu dimana pada masa pra kemerdekaan, semua penari lenggernya yaitu laki-laki yang didandani seperti perempuan. Hal tersebut ternyata bertujuan untuk membohongi laki-laki hidung belang, khususnya para kompeni agar melindungi martabat perempuan yang sering diperlakukan tidak senonoh, seperti memasukkan uang saweran ke dalam kemben yang dipakainya.
Lengger Banyumasan juga menyajikan nyanyian lagu tradisional yang diiringi dengan gamelan dan calung. Dijelaskan dalam jurnal penelitian Universitas Negeri Yogyakarta mengenai kesenian lengger di Banyumas, bahwa pertunjukan lengger calung ini umumnya memiliki empat babak, dimana secara berurutan yaitu dari babak Gambyongan, Badutan, Ebeg-ebegan, dan Baladewan.
Babak pertama tersebut yaitu Gambyongan, dimana pada awal pertunjukannya akan memunculkan tarian gambyong yang dibawakan oleh para perempuan, dimana tari ini menggambarkan akan kelenturan seorang perempuan dan sebagai tanda ucapan selamat datang untuk menyambut para penonton. Berikutnya adalah babak badutan yang didalamnya menyajikan para penari badutan yang biasanya menunjukkan berbagai gerakan lucu untuk menghibur para penonton dan dilanjut dengan memberikan lawakan menggunakan dialek khas Banyumasan. Babak ini juga bertujuan untuk memberikan waktu rehat selama 30 menit bagi para penari lengger.
Kemudian babak ebeg-ebegan yang menampilkan para penari kuda calung yang melakukan mendem atau tubuhnya dirasuki/mengalami kesurupan yang biasanya melakukan berbagai macam atraksi, seperti minum air bunga, makan pecahan kaca, makan bunga, makan bara api, dan masih banyak lagi.
Terakhir ditutup dengan baladewan, dimana babak ini menampilkan tarian Baladewan yang menggambarkan bahwa seluruh roh leluhur dalam kesenian lengger kembali ke tempat tinggalnya. Terdapat kisah pula bahwa leluhur tersebut merupakan dewa-dewa yang membantu manusia dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Siapa sangka bahwa Lengger Banyumasan masih dilestarikan hingga kini dan bahkan telah diminati serta diteliti oleh banyak orang. Lengger Banyumasan juga mudah dijumpai seperti pada peringatan hari-hari besar, acara nikahan, khitanan, festival tahunan, dan lain sebagainya. Sebagai generasi penerus bangsa, yuk ikut serta dalam melestarikan kesenian tradisional Indonesia, agar eksistensinya tidak lekang oleh waktu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....