Dari Video Harian ke Puluhan Juta Rupiah
- 15 Mei 2025 14:55 WIB
- Purwokerto
KBRN, Banyumas : Adzan Zuhur baru saja berkumandang ketika Azzah Zulfa Maula menghentikan aktivitasnya memotret dan merekam video. Siang itu, perempuan berusia 29 tahun tersebut sedang mewawancarai pemilik Soto Lawas Purwokerto untuk dijadikan konten media sosial. Dengan pakaian rapi, Azzah setiap hari berpindah dari satu tempat usaha ke tempat lainnya demi satu tujuan: berbagi cerita melalui video.
Perjalanan Azzah sebagai konten kreator dimulai sejak 2018. Awalnya, ia hanya membagikan pengalamannya selama masa kehamilan melalui platform Instagram dan TikTok. Namun, unggahan-unggahannya ternyata banyak menarik perhatian. Jumlah pengikut pun terus bertambah, dan Azzah mulai dikenal sebagai sosok ibu muda yang aktif dan inspiratif.
Setelah melahirkan, Azzah memperluas cakupan kontennya menjadi seputar keseharian seorang ibu muda. Ketika pandemi Covid-19 melanda, ia semakin rutin memproduksi video tentang pengasuhan anak di masa karantina. Momen ini menjadi titik balik dalam keseriusannya mengelola konten digital.
“Sebetulnya saya sudah mulai sejak 2018, tapi baru aktif banget itu sejak pandemi, sekitar 2020 sampai 2021,” tutur ibu satu anak ini yang tinggal di Purwokerto Selatan Kabupaten Banyumas.
Pasca-pandemi, konten-konten Azzah menggambarkan kesibukan seorang ibu yang tetap produktif. Ia tidak hanya mengasuh anak, tapi juga bekerja dan sesekali berlibur. Dari branding yang terbentuk inilah, Azzah mulai menggandeng berbagai mitra, mulai dari pelaku usaha kuliner, fashion anak, tempat wisata, hingga produk telekomunikasi.
Ia memahami bahwa kunci keberhasilan konten iklan di media sosial adalah pada kemasan yang menarik. Meski bekerja sama dengan berbagai brand, Azzah tetap menjaga agar kontennya terasa natural dan tidak seperti sedang berjualan.
“Kami setiap hari tetap bikin konten tanpa iklan atau kerja sama. Ini bagian dari manajemen konten, agar pengikut saya tidak bosan. Jadi kalaupun ada iklan, kemasannya harus menarik dan tidak terasa seperti sedang promosi,” jelasnya.

Mendulang Cuan Dari Medsos
Azzah mengelola akun Instagram @azzahzm dengan lebih dari 12,6 ribu pengikut dan TikTok dengan 306 ribu pengikut. Ia biasa bekerja sendiri, Azzah menangani naskah, pengambilan gambar, hingga proses editing.
Dari konten-konten tersebut, penghasilan yang diperolehnya tidak main-main. Dalam sebulan, Azzah bisa meraup antara Rp6 juta hingga puluhan juta rupiah, tergantung jumlah kerja sama yang dilakukan.
“Paling sedikit Rp6 juta sebulan. Tapi untuk bulan-bulan tertentu, seperti kemarin saat puasa hingga Idulfitri, saya bisa dapat sampai Rp30 juta,” ungkapnya.
Dalam mendukung aktivitasnya, koneksi internet menjadi kebutuhan utama. Ia membutuhkan jaringan yang stabil, tidak hanya untuk mengunggah video, tetapi juga untuk siaran langsung di lokasi. Sejak awal 2025, Azzah berlangganan layanan IM3 Platinum dari Indosat Ooredoo Hutchison.
Menurutnya, layanan ini menawarkan kuota jumbo hingga 1.000 GB (1 TB) dengan harga yang terjangkau hanya Rp1 juta per tahun, dan bisa digunakan hingga lima orang. Tak hanya hemat, koneksinya pun stabil, bahkan saat digunakan di lokasi padat seperti konser atau pusat perbelanjaan.
“Kalau lagi travelling atau pas ada event besar, pakai Indosat itu masih aman. Lancar jaya,” tuturnya sambil tersenyum.
Kepuasan koneksi ini juga berdampak pada kepercayaan para klien. Mereka merasa puas karena Azzah mampu menghadirkan konten berkualitas tanpa terganggu koneksi. Dari review produk hingga menjadi brand ambassador, semuanya bisa ia jalankan dengan lancar.
Kouta Besar IM3 Platinum
Indosat Ooredoo Hutchison memang memperkenalkan IM3 Platinum sebagai solusi koneksi digital modern sejak November 2024. EVP Head of Circle Java Indosat, Fahd Yudhanegoro, menyebut bahwa layanan ini hadir dengan fitur cerdas dan teknologi terkini, termasuk kecerdasan buatan (AI) yang membantu personalisasi layanan serta mendukung koneksi tanpa putus untuk berbagai kebutuhan digital.
“Fleksibilitas pembayaran juga jadi keunggulan. Tidak perlu isi ulang pulsa atau kuota, jadi pelanggan bisa lebih fokus pada aktivitas digital mereka,” kata Fahd.
IM3 Platinum juga menghadirkan Paket Platinum Family dengan kuota 50GB per bulan yang bisa dibagi hingga lima anggota keluarga, dan Paket Platinum SATU yang menawarkan kuota 1TB per tahun seharga Rp1 juta, ideal bagi profesional dan pelaku usaha seperti Azzah.
Kuota Besar Penting untuk Kreator Konten

Kepala Bagian Sistem dan Teknologi Komunikasi Telkom University Purwokerto, Gunawan Wibosono, menyampaikan bahwa banyak penyedia layanan internet saat ini menawarkan kecepatan hingga 20 Mbps dengan harga sekitar Rp200 ribuan. Namun, menurutnya, kecepatan bukan satu-satunya hal yang penting.
“Kualitas layanan data, terutama dalam proses upload dan download video, harus menjadi pertimbangan. Salah satunya adalah apakah penyedia layanan menerapkan sistem FUP (Fair Usage Policy) atau tidak,” jelas Gunawan.
Ia menekankan bahwa bagi kreator konten yang sering mengunggah video berukuran besar, melampaui batas FUP akan mengakibatkan penurunan kecepatan koneksi.
Gunawan menyebut IM3 Platinum sebagai salah satu layanan yang relevan bagi kreator konten karena memberikan kuota besar yang bisa digunakan secara mobile.
“Kalau kita produksi konten tidak hanya di satu lokasi, misalnya eksplor ke Jawa Timur, kita butuh koneksi mobile. Layanan seperti ini memungkinkan kita tetap bisa upload meski sedang di luar rumah, misalnya di hotel atau lokasi wisata,” ungkapnya.
Perjalanan Azzah setelah menapaki media sosial, saat ini sedang membangun dua usaha yakni toko online. Selain itu menjadi konsultan dan media sosial, bagi perusahaan swasta, Pemerintah Desa hingga melakukan pelatihan secara pribadi kepada masyarakat yang ingin belajar mengenai media sosial.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....