Serka Kusworo: Menjaga Napas Hutan di Kaki Gunung Slamet
- 28 Apr 2025 15:48 WIB
- Purwokerto
KBRN, Banyumas : Diantara kesibukannya sebagai prajurit TNI AD di Ajenrem Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Serka Kusworo tak pernah lelah menjaga satu hal yang baginya sama pentingnya dengan tugas negara: kelestarian hutan. Selama 18 tahun terakhir, pria berusia 49 tahun ini telah menanam puluhan ribu pohon di kaki Gunung Slamet bagian selatan.
Segalanya bermula pada tahun 2008, ketika Kusworo melihat dengan mata kepala sendiri melihat hutan menjadi lahan garapan untuk tanaman palawija oleh sejumlah petani yang berada di kawasan hutan Gunung Slamet. Dampaknya aliran air yang selama ini menghidupi desanya, Melung, Kecamatan Kedungbanteng, mulai berkurang.
Tak ingin tinggal diam, Kusworo menggandeng warga, pecinta alam, hingga berbagai komunitas untuk menanam bibit pohon pucung, beringin, hingga beragam pohon buah-buahan di area yang rusak.
"Apa yang kami tanam, semata-mata untuk kehidupan," ujarnya Senin ( 28/4/2025). Kini, puluhan hektare lahan yang dulu gersang telah menghijau kembali, menjadi benteng alami bagi desa-desa di lereng Slamet.
Tak hanya berhenti di kawasan hutan, sejak pandemi Covid-19, Kusworo memperluas aksinya. Ia mulai membudidayakan pohon jambu kristal dan alpukat di atas lahan pribadi seluas 1.400 meter persegi. Hasilnya pun menggembirakan. Setiap pekan, Kusworo bisa memanen hingga 100 kilogram jambu, yang dijual seharga Rp7.000 per kilogram.
"Menanam itu bagian dari sedekah kepada bumi," kata Kusworo. Meski bertugas penuh sebagai prajurit, ia selalu meluangkan waktu untuk bercocok tanam, menghidupkan harapan satu pohon demi satu pohon.
Bagi Kusworo, penghijauan bukan sekadar aktivitas sampingan. Ini adalah ikhtiar panjang untuk menjaga napas Gunung Slamet, sumber kehidupan bagi ribuan warga Banyumas dan sekitarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....