Penjualan Serabi Tradisional di Purwokerto Mengalami Penurunan
- 06 Okt 2026 08:23 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Penjual serabi tradisional di Purwokerto mengaku mengalami penurunan penjualan dibandingkan sebelumnya. Kondisi tersebut dirasakan Rohmiah yang berjualan di Jalan Prof. Dr. HR Boenyamin, Purwokerto Utara.
Rohmiah mengatakan penjualan serabi kini tidak seramai sebelumnya. Kondisi tersebut juga terjadi saat akhir pekan maupun ketika memasuki tanggal muda.
“Sekarang sudah tidak berpengaruh, baik tanggal muda maupun hari Minggu juga tidak seramai biasanya,” ujar Rohmiah. Menurutnya, kondisi ekonomi turut memengaruhi minat masyarakat membeli jajanan.
Penurunan peminat juga diikuti perubahan harga sejumlah bahan baku. Kelapa menjadi salah satu bahan yang mengalami perubahan harga dan memengaruhi pengelolaan usaha.
Rohmiah menyiasati kenaikan harga kelapa dengan menyesuaikan porsi serabi. Langkah tersebut dilakukan agar usaha tetap dapat berjalan di tengah perubahan harga bahan baku.
“Kalau harga kelapa sedang naik, caranya paling mengurangi porsi,” katanya. Penyesuaian tersebut menjadi salah satu cara Rohmiah mempertahankan penjualan.
Untuk menarik kembali minat pembeli, Rohmiah menambah variasi produk berupa serabi telur. Serabi tradisional tetap tersedia dengan pilihan rasa manis dan gurih.
Usaha serabi tersebut merupakan usaha keluarga yang telah dijalankan ibunya sejak sekitar 1989. Rohmiah kemudian meneruskan usaha tersebut sejak masa pandemi COVID-19.
Rohmiah telah menjalankan usaha serabi tersebut selama sekitar enam tahun. Ia berharap penjualan kembali meningkat dan masyarakat semakin berminat membeli serabi tradisional. (Niesela Nur Cahyani).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....