Lontong Tetel Hadir di Dieng, Kuliner Hangat Ditengah Dinginya Pegunungan

  • 05 Okt 2026 07:54 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banjarnegara – Berwisata ke Dataran Tinggi Dieng, Kabupaten Banjarnegara, kini tak hanya soal menikmati panorama pegunungan dan matahari terbit.

Wisatawan juga memiliki pilihan kuliner baru untuk menghangatkan tubuh di tengah suhu udara Dieng yang dingin. Sejak Sabtu (3/10/2026), lontong tetel hadir di kawasan wisata Dieng Kulon, Banjarnegara.

Kuliner berkuah santan dengan cita rasa gurih tersebut berada di depan Musala As-Shofiyah, sekitar 200 meter ke arah Banjarnegara dari titik 0 Dieng.

Lontong tetel disajikan dengan kuah rempah bercampur santan serta tetelan daging yang membuat rasanya gurih dan segar. Pilihan tetelannya beragam, mulai dari daging sapi, kambing, hingga ayam.

Khusus di cabang Dieng, pengunjung juga dapat menambahkan cabai gendot yang memberikan sensasi pedas khas sekaligus memperkuat cita rasa lokal.

Perpaduan kuah panas dengan udara dingin pegunungan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin menikmati makanan hangat setelah berkeliling kawasan Dieng.

Di balik hadirnya lontong tetel di Dieng, terdapat cerita keluarga yang menjadi bagian penting dari kuliner tersebut.

Pemilik lontong tetel, Istiana Yudha Pratama, mengatakan resep yang digunakan merupakan warisan dari mendiang ibunya, Sunarti.

Resep tersebut diajarkan sang ibu kepada anak-anaknya, termasuk kemampuan memasak yang kemudian menjadi bekal hingga usaha lontong tetel berkembang.

"Dari ibu lahir sebuah rasa. Namanya Sunarti. Beliau yang mewariskan sebuah resep yang hari ini resepnya ingin dikenang dan rasanya selalu terus ingin juga dikenang," ujar Istiana.

Menurut Istiana, lontong tetel cocok hadir di kawasan Dieng yang memiliki suhu udara relatif dingin.

"Dieng cenderungnya dingin, perlu makanan yang hangat, makanan yang bisa membuat kehangatan di tubuh, dengan kuah yang kemlecer," katanya.

Ia mengatakan wisatawan yang datang ke Dieng tidak hanya membutuhkan destinasi wisata, tetapi juga beragam pilihan kuliner.

Selama ini, kawasan Dieng dan Wonosobo telah dikenal dengan sejumlah kuliner seperti mi ongklok, tempe kemul, megono, dan geblek.

Kehadiran lontong tetel diharapkan menambah pilihan kuliner bagi wisatawan sekaligus mendorong mereka memperpanjang waktu tinggal di kawasan Dieng.

Lontong tetel Dieng buka setiap hari mulai pukul 06.30 hingga 22.00 WIB.

Jam operasional tersebut memungkinkan wisatawan datang setelah menikmati matahari terbit maupun pada malam hari ketika suhu Dieng semakin dingin.

"Biasanya setelah sunrise itu turun pukul 06.00, 06.30 langsung bisa ke lontong tetel," ujarnya.

"Bahkan yang malam untuk menghangatkan badan, nanti bisa makan yang berkuah-kuah, baik yang tidak pedas maupun pedas, sampai pukul 22.00," lanjut dia.

Selain menu reguler, lontong tetel juga menyiapkan menu khusus pada momentum tertentu.

Saat Ramadan, misalnya,akan tersedia sajian spesial menggunakan tetelan daging unta.

Bahan sayur dan daging yang digunakan juga disiapkan dengan mengangkat bahan pangan dari kawasan Dieng.

Kehadiran lontong tetel mendapat respons positif dari wisatawan yang mencobanya.

Gita, salah seorang wisatawan, mengatakan kuah santan lontong tetel terasa creamy sekaligus tetap segar ketika disantap. Potongan dagingnya juga dinilai mudah dinikmati.

"Rasanya kuahnya creamy jadi segar. Walaupun creamy tapi tetap segar. Dagingnya juga langsung bisa ditetel. Saya baru pertama kali," ujar Gita.

Menurut dia, menyantap makanan berkuah panas di tengah dinginnya udara Dieng menjadi perpaduan yang pas.

Dengan harga yang ramah di kantong wisatawan, lontong tetel kini menjadi salah satu pilihan kuliner baru di kawasan Dieng.

Kuah yang disebut memiliki cita rasa "seger kemlecer", ditambah suasana pegunungan yang dingin, membuat kuliner ini berpotensi menjadi pilihan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Kehadiran lontong tetel di pusat kawasan wisata Dieng sekaligus memperkaya pilihan kuliner yang dapat dinikmati wisatawan setelah menjelajahi berbagai destinasi di dataran tinggi tersebut. (jkw)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....