Batik R Jaga Eksistensi Batik Banyumasan Lewat Inovasi dan Pendampingan Kampus

  • 02 Okt 2026 15:17 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - Industri kerajinan batik lokal terus berupaya menjaga eksistensinya di tengah dinamika perkembangan zaman. Salah satu pelaku usaha yang konsisten melestarikan warisan budaya ini adalah UMKM Batik R yang berbasis di Sokaraja, Kabupaten Banyumas.

Pemilik UMKM Batik R, Heru Susanto, menceritakan bahwa usaha batik keluarga ini telah merintis perjalanannya sejak tahun 1970-an. Sebagai generasi kedua yang meneruskan usaha almarhum orang tuanya, ia berkomitmen menjaga keberlangsungan industri batik khas Banyumasan.

"Awalnya kami diwarisi usaha batik dari orang tua kami, Bapak Haji Sugito. Kami selaku generasi kedua berusaha untuk terus melanjutkan industri batik di Kabupaten Banyumas ini," ujar Heru.

Dari sisi produk unggulan, Batik R memproduksi kain batik Banyumasan yang dikenal memiliki ciri khas corak klasik dengan dominasi warna cokelat dan hitam. Namun, Batik R kini juga rutin menghadirkan variasi motif serta warna-warna cerah yang lebih modern agar tidak terkesan terlalu resmi saat dikenakan.

Sebagai UMKM binaan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Batik R merasakan manfaat dari program pendampingan yang diberikan akademisi, seperti dari Fakultas Ekonomi hingga Fakultas Biologi Unsoed. Bentuk dukungan yang paling dirasakan dalam perkembangan usaha adalah keterlibatan aktif dalam berbagai agenda pameran kampus.

"Pendampingan pameran seperti ini sangat menguntungkan bagi kami karena pengunjungnya ramai. Kami bisa sekaligus memperkenalkan corak batik Banyumas agar bisa lebih dikenal masyarakat luas," kata Heru.

Kesempatan tampil di pameran terbukti efektif memperluas jangkauan pasar hingga ke pembeli luar daerah. Momen pameran ini juga dimanfaatkan para pelaku usaha untuk saling bertukar informasi mengenai potensi kerajinan daerah.

Di sisi lain, Heru menyadari adanya tantangan besar berupa situasi ekonomi yang tidak mudah dan lesunya daya beli masyarakat saat ini. Untuk mengatasinya, Batik R memilih tetap aktif mengikuti pameran serta memaksimalkan pemasaran digital melalui platform media sosial.

Pemasaran digital tersebut dikelola untuk mengenalkan produk, agenda workshop, hingga proses pembuatan batik kepada komunitas anak muda. Strategi perpaduan pameran dan edukasi digital ini diharapkan mampu menjaga minat masyarakat lokal maupun nasional terhadap batik Banyumas.

Menutup keterangannya, Heru menyampaikan harapan besar agar pemerintah daerah dapat terus memfasilitasi dan terlibat aktif dalam mempromosikan produk UMKM lokal. Menurutnya, dukungan promosi menjadi kunci utama agar usaha kecil dapat bertahan dan terus berkembang. (Devi Izzati Putri)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....