Kopi, Purwaceng, dan Carica Dieng Didorong Jadi Daya Tarik Wisata

  • 19 Sep 2026 08:52 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banjarnegara - Kopi arabika, purwaceng, dan carica menjadi tiga produk khas Dieng yang didorong tidak hanya sebagai komoditas unggulan, tetapi juga bagian dari daya tarik pariwisata berbasis Indikasi Geografis (IG).

Upaya tersebut dibahas dalam kegiatan “GI Smart Preneur: Road to Geographical Indication Tourism Dieng” yang digelar di Hotel Surya Yudha Park, Kabupaten Banjarnegara, Jumat (18/9/2026).

Kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada pelaku usaha mengenai potensi Indikasi Geografis sekaligus memperkuat ekosistem Geographical Indication Tourism di kawasan Dieng.

Kepala Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual, Agustinus Yosi Setiawan, yang hadir mewakili Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Tengah Heni Susila Wardoyo, mengatakan kawasan Dieng memiliki beragam produk khas yang berpotensi dikembangkan sebagai daya tarik wisata.

“Melalui kegiatan GI Smart Preneur ini, kita ingin memastikan para pelaku usaha mampu mengemasnya menjadi daya tarik wisata yang bernilai tambah tinggi bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Yosi.

Menurut dia, penguatan pemahaman mengenai Indikasi Geografis juga diperlukan untuk meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus memberikan kepastian hukum terhadap produk tersebut.

Dalam kegiatan itu, pemateri dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), Hendar Kristianto, menjelaskan bahwa Indikasi Geografis dapat menjadi instrumen untuk meningkatkan nilai ekonomi produk yang memiliki karakteristik khas berdasarkan wilayah asalnya.

Ia mencontohkan kopi dan purwaceng Dieng yang disebut mampu mencatatkan pemasukan sekitar Rp 500 juta dalam pelaksanaan Dieng Culture Festival sebelumnya.

Hendar juga menekankan pentingnya product knowledge bagi pelaku usaha. Mereka dinilai perlu memahami karakteristik produk, termasuk asal geografisnya, sehingga mampu menjelaskannya kepada wisatawan dan konsumen.

Sementara itu, Kristiono dari bidang Ekonomi Kreatif Kabupaten Banjarnegara menyoroti pentingnya sejarah dan akar budaya dalam pengembangan GI Tourism.

Menurut dia, produk seperti carica, purwaceng, dan kopi arabika memiliki cerita yang dapat menjadi bagian dari pengalaman wisatawan.

“Kekuatan utama dalam pengembangan GI Tourism terletak pada narasi budaya yang melekat pada suatu produk. Wisatawan tidak hanya ingin membeli barang, tetapi mencari pengalaman,” kata Kristiono.

Ia juga memaparkan rangkaian kegiatan GI Tourism Dieng yang berlangsung selama tiga hari.

Materi berikutnya disampaikan Ahmad Rifai dari KnK Coffee yang membahas konsep “Dieng dalam 3 rasa” melalui perpaduan kopi arabika, purwaceng, dan carica.

Menurut Ahmad, tantangannya bukan sekadar mencampurkan ketiga produk tersebut, melainkan membangun narasi yang mampu merepresentasikan identitas Dieng.

“Tantangan kita bukanlah sekadar mencampurinya menjadi satu rasa baru, melainkan bagaimana menyatukan ketiganya agar dapat ‘berbicara’ dalam satu narasi besar yang merepresentasikan identitas khas Dieng,” ujar Ahmad.

Kepala Kanwil Kemenkum Jawa Tengah Heni Susila Wardoyo berharap penguatan narasi produk dan identitas wilayah tersebut dapat mendukung terbentuknya ekosistem Geographical Indication Tourism yang berkelanjutan.

Ekosistem itu diharapkan menghubungkan produk lokal, pelaku usaha, kebudayaan, dan sektor pariwisata sehingga potensi ekonomi masyarakat di kawasan Dieng dapat terus berkembang. (jkw)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....