Pengrajin Bata Merah Cilacap Andalkan Produksi Fleksibel
- 25 Agt 2026 09:43 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Cilacap - Pengrajin bata merah di Desa Sampang, Kabupaten Cilacap, menerapkan pola produksi fleksibel mengikuti ketersediaan bata matang. Penjualan juga disesuaikan dengan permintaan pembeli dari sejumlah wilayah di Cilacap.
Salah seorang pengrajin, Suradi mengatakan, dirinya tidak menetapkan jadwal khusus untuk menjual bata merah. Bata yang telah matang langsung ditawarkan kepada pembeli sesuai ketersediaan.
“Dalam permasalahan jadwal, saya nggak bisa jadwal. Yang penting ada bata matang, ada yang beli silakan,” kata Suradi.
Menurutnya, jumlah bata yang disiapkan juga menyesuaikan kebutuhan konsumen. Pembeli berasal dari sejumlah wilayah, seperti Kawunganten, Randegan, Kroya, hingga Binangun.
Sebagian pembeli mengambil bata secara langsung dari lokasi produksi. Sementara pembeli lainnya menggunakan jasa sopir dan tenaga angkut untuk mengirim bata ke daerah tujuan.
“Kalau ditentukan nggak bisa, Mas, karena gini. Saya misalnya datang dari Kawunganten, kebanyakan Kawunganten minta berapa ribu, 17 ribu, ada yang 15,” ujarnya.
Saat ini, Suradi menjual bata merah dengan harga sekitar Rp740 ribu per angkos. Harga tersebut belum termasuk biaya pengangkutan apabila bata dikirim ke wilayah tertentu.
Biaya pengangkutan disesuaikan dengan jarak lokasi tujuan. Pembeli juga menanggung biaya kendaraan, sopir, serta tenaga untuk menaikkan dan menurunkan bata.
Dalam menjalankan usaha tersebut, Suradi masih mengandalkan tenaga kerja terbatas. Proses produksi bata merah saat ini dibantu oleh seorang pekerja.
Meski demikian, Suradi tetap mempertahankan usaha yang telah dijalaninya selama puluhan tahun. Penghasilan dari produksi bata merah digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membiayai pendidikan anak. (Siti Nuriyah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....