Budaya Ngopi Makin Populer, Sanna Coffee Bidik Beragam Kalangan
- 22 Agt 2026 21:53 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purbalingga - Budaya minum kopi di kalangan masyarakat Purbalingga dinilai terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Kopi yang sebelumnya identik dengan orang tua dan kaum laki-laki, kini semakin banyak dinikmati anak muda, termasuk perempuan.
Perkembangan tersebut terlihat dari semakin banyaknya kedai kopi yang bermunculan dan menjadi ruang berkumpul bagi masyarakat. Salah satu pengusaha kedai kopi di Purbalingga, Sya'ban Amal Ghifarie, mengatakan pertumbuhan kedai kopi di wilayah Purbalingga dan sekitarnya berlangsung cukup cepat.
"Di Purwokerto-Purbalingga itu cepat banget," ujar Ghifarie dalam Young Entrepreneur Pro 2 RRI Purwokerto, Jumat (21/8/26).
Menurutnya, perubahan budaya ngopi tidak hanya terlihat dari bertambahnya jumlah kedai, tetapi juga dari semakin beragamnya konsumen. Jika dahulu kopi lebih identik dengan bapak-bapak yang menikmati kopi pada malam hari, kini minuman tersebut telah menjadi bagian dari aktivitas anak muda.
Ghifarie mengatakan, pelanggan kedai kopi juga tidak lagi didominasi laki-laki. Perempuan turut menjadi bagian dari konsumen, sementara kedai kopi semakin berkembang sebagai tempat untuk berkumpul, berbincang, maupun menghabiskan waktu bersama teman.
Perubahan tersebut turut mendorong Sanna Coffee menghadirkan konsep yang menyesuaikan dengan karakter konsumen muda. Kedai yang kini memiliki lokasi di Purbalingga Kota dan Bobotsari tersebut menawarkan kopi dengan cita rasa yang lebih creamy dan harga yang terjangkau.
Selain kopi susu, Sanna Coffee juga menyediakan pilihan manual brew bagi pelanggan yang ingin menikmati kopi dengan karakter rasa berbeda. Hingga kini, kopi susu masih menjadi salah satu menu yang paling banyak diminati pelanggan.
Sanna Coffee juga menyediakan sejumlah makanan dan camilan, seperti nasi goreng, makanan ringan, cheesecake, serta minuman nonkopi seperti matcha dan green tea. Kehadiran berbagai pilihan tersebut membuat kedai dapat menjangkau pelanggan yang tidak mengonsumsi kopi.
Ghifarie menilai perkembangan budaya ngopi menunjukkan bahwa kopi kini tidak hanya menjadi minuman, tetapi juga bagian dari gaya hidup dan aktivitas sosial masyarakat. Ia melihat tren tersebut masih memiliki peluang untuk terus berkembang seiring munculnya berbagai komunitas dan kebiasaan baru di kalangan anak muda.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....