PNM Dampingi Nasabah Mekaar Sulap Daun Jadi Produk Bernilai Jual
- 14 Jul 2026 10:41 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas – Dedaunan yang selama ini dianggap biasa kini berubah menjadi sumber penghasilan bagi puluhan perempuan prasejahtera di Kabupaten Banyumas. Melalui Program Klasterisasi Usaha Ecoprint, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) membekali nasabah PNM Mekaar dengan keterampilan mengolah daun menjadi kain bermotif alami yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Sejak 2024, sebanyak 20 nasabah PNM Mekaar Ajibarang 2 mengikuti pelatihan pembuatan ecoprint. Mereka tidak hanya belajar teknik mencetak motif alami pada kain, tetapi juga memperoleh bantuan peralatan produksi serta pendampingan untuk mengembangkan usaha hingga pemasaran.
Hasilnya mulai terlihat. Kain ecoprint yang awalnya hanya menjadi media latihan kini mampu dipasarkan dengan harga mencapai Rp350 ribu per lembar, membuka peluang usaha baru bagi para peserta.
Salah satu peserta, Dyah Rahayu, mengaku pelatihan tersebut mengubah cara pandangnya terhadap potensi bahan-bahan alami di sekitarnya. Berbekal keterampilan yang diperoleh, ia kini mampu menghasilkan produk ecoprint yang memiliki nilai jual.
"Saya tidak menyangka belajar membuat kerajinan bisa menjadi sumber penghasilan. Dulu saya hanya melihat daun sebagai tanaman biasa, sekarang bisa diolah menjadi kain ecoprint yang memiliki nilai jual. Terima kasih kepada PNM yang tidak hanya mengajarkan cara membuat produk, tetapi juga mendampingi kami memasarkannya," ujar Dyah di Ajibarang Selasa ( 14/7/2026).
Selain mengasah kemampuan produksi, peserta juga mendapatkan pendampingan membangun identitas produk dan memperluas jaringan pemasaran agar usaha yang dirintis dapat berkembang secara berkelanjutan.
Pemimpin Cabang PNM Purwokerto, Rohmat Agus Pranoto, mengatakan Program Klasterisasi Usaha Ecoprint merupakan bentuk pemberdayaan yang disesuaikan dengan potensi lokal. Menurutnya, akses pembiayaan harus berjalan seiring dengan peningkatan kemampuan berwirausaha.
"Melalui program klasterisasi, kami mendampingi nasabah mulai dari proses belajar, produksi hingga pemasaran agar mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah dan daya saing. Harapannya, semakin banyak perempuan prasejahtera yang mampu membangun usaha berkelanjutan, meningkatkan pendapatan keluarga, sekaligus menjadi inspirasi di lingkungannya," kata Rohmat.
Rohmat menambahkan, program tersebut menjadi implementasi tiga pilar pemberdayaan PNM, yakni Modal Finansial, Modal Intelektual, dan Modal Sosial. Melalui pendekatan itu, PNM berharap semakin banyak perempuan mampu mengembangkan usaha secara mandiri, produktif, dan berkelanjutan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....