Dari Limbah Jadi Berkah, Sapu Serabut Kelapa Banjarnegara Tembus Pasar Asia

  • 06 Jul 2026 10:56 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banjarnegara – Serabut kelapa yang selama ini kerap dianggap sebagai limbah ternyata memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Di Desa Masaran, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara, limbah tersebut diolah menjadi sapu yang telah dipasarkan hingga ke sejumlah negara di Asia.

Salah satu perajin sapu serabut kelapa di desa tersebut adalah Esa. Bersama enam orang karyawan, ia mampu memproduksi rata-rata 100 sapu setiap hari untuk memenuhi permintaan pasar.

Esa mengatakan, produk buatannya tidak hanya dipasarkan di dalam negeri. Sapu serabut kelapa hasil produksinya juga dikirim ke China, Thailand, dan Vietnam melalui pihak ketiga yang menangani ekspor.

"Permintaan tidak hanya dari pasar lokal, tetapi juga dari luar negeri melalui eksportir," ujar Esa.

Menurut dia, proses pembuatan sapu diawali dengan mengolah serabut kelapa menggunakan mesin khusus untuk memisahkan sekaligus menghaluskan serabut. Setelah itu, serabut dijemur hingga benar-benar kering sebelum dirangkai dan dibentuk menjadi sapu siap pakai.

“Seluruh tahapan produksi dilakukan secara bertahap guna menjaga kualitas produk sebelum dipasarkan,” ujarnya.

Meski demikian, masih terdapat sisa limbah produksi yang belum dimanfaatkan secara optimal. Selama ini, limbah tersebut umumnya hanya dibuang atau dibakar.

Esa berharap ke depan seluruh limbah hasil produksi dapat diolah menjadi produk lain yang memiliki nilai ekonomi sehingga mampu memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.

Keberhasilan perajin sapu serabut kelapa di Banjarnegara menjadi bukti bahwa limbah dapat diolah menjadi produk bernilai tambah. Selain membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar, produk tersebut juga mampu bersaing di pasar internasional dan memberikan kontribusi bagi perekonomian daerah. (jkw)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....