Momen Perpisahan Sekolah, Penjual Buket di Purwokerto Raih Omzet Jutaan
- 02 Jun 2026 10:22 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Maraknya momen perpisahan sekolah dan wisuda dalam beberapa bulan terakhir membawa berkah tersendiri bagi para pelaku usaha buket bunga di Purwokerto. Salah satunya dirasakan Azalea Bouquet yang mencatat peningkatan penjualan hingga dua kali lipat dibanding hari-hari biasa.
Seorang florist toko Azalea Bouquet, Efti, mengatakan peningkatan permintaan buket bunga sudah terasa sejak bulan Maret lalu. Tren permintaan ini terus terjaga hingga saat ini seiring dengan banyaknya agenda perpisahan siswa SMA dan SMP, seminar proposal, seminar hasil, pendadaran, hingga wisuda di area kampus.
“Kalau dibandingkan hari-hari sebelumnya, penjualan meningkat. Dari yang misal sebelumnya laku satu dua, nanti jadi dua kali lipat. Omzet per hari bisa up Rp2 juta. Paling rame wisuda sih, bisa up Rp5 juta,” ujarnya saat diwawancarai RRI pada Selasa (26/5/2026).
Di musim seperti ini, Efti mengaku mampu menghasilkan omzet sebesar Rp 2 juta per harinya. Bahkan jika menjelang puncak wisuda, seperti momen wisuda Universitas Jenderal Soedirman, omzet yang di dapat melonjak hingga Rp 5 juta.
Tokonya menjual berbagai jenis buket, diantaranya adalah buket snack, bunga segar, bunga artifisial, hingga buket custom, seperti buket uang atau buah. Namun menurutnya, buket bunga segar dan bunga artifisial masih menjadi jenis produk yang paling banyak diburu masyarakat.
“Kalau bunga artificial ada bunga lili, mawar, pom-pom, peoni, sama gerbera. Kalau fresh flower itu banyak macamnya. Ada aster, rismara, matahari, mawar, amarilis, kala lili, terus sedap malam. Warna pink itu best seller-nya,” katanya.
Selain itu, harga yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari Rp 10 ribu untuk bunga segar dan Rp 15 ribu untuk buket snack. Untuk bunga segar yang ada di tokonya, Efti mendatangkan pasokan dari Bandungan, Semarang, yang dikenal sebagai salah satu sentra perdagangan bunga di Jawa Tengah.
Meski permintaan meningkat, pengelolaan bunga segar memiliki tantangan tersendiri. Efti menjelaskan bunga segar umumnya hanya dapat bertahan dalam kondisi prima selama sekitar empat hari sehingga dibutuhkan perawatan rutin agar tetap segar dan layak jual, mulai dari memotong batang hingga mengganti air setiap harinya.
“Kalau keadaan sepi, jarang ada yang beli, pastikan ini ngendep, enggak terjual. Itu lumayan, harus perawatannya lebih ekstra lagi biar lebih awet,” tuturnya
Efti berharap tren peningkatan penjualan dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang seiring semakin banyaknya masyarakat yang menjadikan buket bunga sebagai pelengkap berbagai momen spesial. (Amanda)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....