Getuk Goreng Sokaraja di tengah Kenaikan Harga dan Penurunan Pembeli

  • 09 Apr 2026 16:04 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Usaha getuk goreng khas Sokaraja sedang dihadapkan pada kenaikan harga bahan baku dan harga kemasan produk. Di samping itu, penurunan jumlah pembeli setelah momen Lebaran juga menjadi tantangan tersendiri di tengah kenaikan biaya produksi.

Hal tersebut dirasakan oleh salah satu penjual getuk goreng khas Sokaraja, Bu Mukhtar, yang telah meneruskan usaha turun-temurun dari keluarganya. Menurutnya, harga getuk goreng sempat mengalami kenaikan saat Lebaran, namun saat ini sudah stabil.

“Kemarin Lebaran saya jual Rp50 ribu per kilo, sekarang sudah turun jadi Rp40 ribu. Tapi kalau sekarang pembelinya sudah turun. Tidak seperti kemarin (libur lebaran), sampai kewalahan dan barang sempat kurang,” ujar Muchtar saat diwawancarai RRI Purwokerto pada Rabu (9/4/2026).

Getuk goreng Sokaraja memang ramai pembeli saat libur lebaran lantaran biasa dijadikan sebagai buah tangan saat kembali ke perantauan ataupun pulang kampung. Cynthia, salah satu pembeli getuk goreng menceritakan bahwa ia sering membeli getuk goreng sebagai oleh-oleh dibanding untuk konsumsi pribadi.

“Saya biasanya beli untuk oleh-oleh ke teman atau penjaga kos. Kalau harga memang naik dari dulu sekali sekitar Rp30 ribu, sekarang jadi Rp40 ribu, tapi masih wajar,” ucap Cynthia.

Selain bahan baku, kenaikan harga juga terjadi pada kemasan, baik plastik maupun besek. Meski demikian, penggunaan besek tetap dipertahankan karena sudah menjadi identitas produk.

“Khasnya memang pakai besek. Pernah coba pakai kardus, tapi pembeli tidak mau,” ucap Mukhtar.

Meski menghadapi berbagai tantangan, para pelaku usaha tetap optimistis. Dengan mempertahankan kualitas dan ciri khas produk, getuk goreng Sokaraja diharapkan tetap diminati masyarakat dan terus berkembang di masa mendatang. (Azra)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....