Permintaan Kue Kering Meningkat jelang Lebaran

  • 12 Mar 2026 14:56 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Menjelang hari raya Idulfitri, permintaan kue kering mulai meningkat di sejumlah pelaku usaha rumahan. Hal ini dimanfaatkan oleh para penjual untuk meningkatkan produksi berbagai jenis kue yang biasanya menjadi sajian saat lebaran.

Penjual kue kering di Desa Purbadana Kecamatan Kembaran, Febrianti, mengatakan bahwa ia juga menerima pesanan catering dan berbagai camilan lainnya. Menurutnya, proses pembuatan kue kering, seperti nastar dan kastengel, membutuhkan waktu cukup lama karena produksi dilakukan dalam jumlah besar.

“Kalau kue kering itu biasanya mulai dari sehabis salat Subuh sampai sekitar jam empat sore, bahkan kadang sampai maghrib, karena sekali bikin bisa sampai tiga sampai empat kilogram,” ujarnya kepada RRI, Kamis (12/3/2026).

Dalam sistem penjualannya, Febrianti melayani pembelian secara ready stock maupun pre-order. Pada hari-hari biasa sebagian produk tersedia langsung untuk pembeli yang datang.

Namun, ketika permintaan meningkat seperti menjelang Lebaran, sebagian besar pembeli memilih memesan terlebih dahulu agar kue yang diinginkan tetap tersedia. Febri mengatakan, cara tersebut membantu mengatur produksi agar tidak kewalahan saat pesanan meningkat.

“Biasanya kalau sudah mendekati lebaran banyak yang pesan dulu, jadi kami buat sesuai pesanan supaya tidak kehabisan,” ucapnya.

Harga kue kering yang dijual pun bervariasi, menyesuaikan jenis dan bahan yang digunakan. Secara umum, harga yang ditawarkan berkisar antara Rp25.000 hingga Rp60.000 per kemasan sehingga masih terjangkau bagi masyarakat yang ingin membeli kue untuk hidangan Hari Raya. (Ilham Ramdhani).

Rekomendasi Berita