Stok Lebaran Aman, UMKM Jenang Jaket di Banyumas Serap Tambahan Tenaga Kerja Lokal

  • 06 Mar 2026 08:51 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - Memasuki pertengahan hingga akhir bulan Ramadan, geliat ekonomi kreatif di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menunjukkan tren positif.

Salah satu yang paling menonjol adalah lonjakan permintaan Jenang Jaket, kuliner khas Banyumas yang menjadi primadona camilan maupun hantu tangan saat Hari Raya Idulfitri.

Di pusat produksi Jenang Jaket milik Kasmo, yang berlokasi di Desa Lesmana, Kecamatan Ajibarang, aktivitas produksi tampak jauh lebih sibuk dibandingkan hari biasanya.

Para pekerja bahu-membahu mengolah bahan baku utama seperti beras ketan, gula merah, kelapa, dan minyak untuk memenuhi pesanan yang terus mengalir.

Pemilik usaha Jenang Jaket, Kasmo, mengungkapkan bahwa kenaikan permintaan ini mulai terasa signifikan sejak pertengahan Ramadan.Padahal, di awal bulan suci, ia sempat meliburkan aktivitas produksinya selama dua pekan.

"Produksi hari biasa paling hanya tiga sampai empat kuintal per hari. Tapi menjelang Lebaran ini, naik drastis bisa sampai dua hingga tiga ton setiap hari," ujar Kasmo, hari Kamis 5 Maret 2026.

Lonjakan produksi yang mencapai hampir 10 kali lipat ini dilakukan untuk memastikan stok mencukupi kebutuhan pasar.

Menariknya, pasar terbesar Jenang Jaket dari Ajibarang ini justru berada di luar daerah."Sebagian besar jenang yang kami produksi dikirim ke berbagai daerah. Tujuan utamanya adalah wilayah Jakarta dan Bogor, itu jadi pasar terbesar kami," tambahnya.

Guna mengejar target produksi berton-ton tersebut, Kasmo terpaksa menambah jumlah tenaga kerja.

Pada hari normal, ia hanya mempekerjakan 10 pria di bagian produksi dan 25 wanita di bagian pengemasan.

Kini, jumlah personel di bagian pengemasan ditambah menjadi 15 orang, sementara tim produksi laki-laki juga ditambah menjadi 14 orang untuk mempercepat proses pengadukan jenang di kawah-kawah besar.

Tak hanya volume produksi yang berubah, harga jual di tingkat produsen juga mengalami sedikit penyesuaian.

Jika pada hari biasa Jenang Jaket dibanderol Rp17.000 per kilogram, kini harganya merangkak naik ke kisaran Rp19.000 hingga Rp20.000 per kilogram.

Untuk memudahkan konsumen, Jenang Jaket diproduksi dalam berbagai ukuran kemasan yang fleksibel.

Mulai dari kemasan 1 kg, 0,5 kg, 0,25 kg, hingga kemasan ekonomis ukuran 1 ons.

Kasmo berharap tren positif ini terus bertahan hingga akhir masa libur Lebaran nanti.

Menurutnya, peningkatan permintaan ini tidak hanya berdampak pada omzet usaha, tetapi juga membantu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan para pekerja lokal di Desa Lesmana.***

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....