Momentum Ramadan, Pelaku UMKM Diminta Maksimalkan Peluang Bisnis Musiman
- 05 Mar 2026 07:49 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto : Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momen peningkatan ibadah bagi umat Muslim, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Lonjakan permintaan pasar pada sektor kuliner dan produk musiman menjadi momentum strategis bagi para pengusaha kecil untuk meningkatkan pendapatan.
Dalam dialog Purwokerto Menyapa bertema *“UMKM dan Peluang Bisnis Musiman Ramadan”, Ketua Aspikmas Kabupaten Banyumas, *Pujianto, S.E., menyampaikan bahwa pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam mendukung UMKM. “Kalau menurut saya, pemerintah daerah dengan instrumennya bisa memberikan dukungan lebih strategis. Misal, tahun sebelumnya dorongan Pemda pada stakeholder lainnya untuk menyerap produk UMKM melalui parcel, kemudian dorongan dalam bentuk kebijakan agar produk UMKM bisa diakomodir di market potensial,” ujarnya.
Peluang ini dapat dimanfaatkan melalui penjualan makanan dan minuman untuk berbuka puasa, takjil, serta produk fesyen dan perlengkapan ibadah. Bazar Ramadan dan pasar musiman juga menjadi sarana efektif untuk memperluas jangkauan pasar dan menjangkau konsumen baru.
Pujianto juga menekankan pentingnya inovasi dan strategi pemasaran, termasuk pemanfaatan media sosial dan platform digital, agar produk UMKM tetap kompetitif. Dengan persiapan matang dan promosi yang tepat, Ramadan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan omzet sekaligus memperkenalkan produk kepada masyarakat luas.
Selain itu, dukungan pemerintah daerah melalui penyelenggaraan bazar dan pasar Ramadan turut membantu memacu pertumbuhan ekonomi lokal. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pendapatan pedagang, tetapi juga mempererat interaksi sosial dan mendukung keberlanjutan usaha UMKM di daerah.
Secara keseluruhan, Ramadan menjadi periode strategis bagi UMKM untuk mengoptimalkan peluang bisnis musiman. Persiapan, inovasi, dan strategi pemasaran yang tepat diyakini mampu mendorong pertumbuhan usaha yang lebih berkelanjutan pasca-Ramadan.