Dari Krisis Usaha, Sampai Tembus Luar Kota
- 05 Mar 2026 07:22 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto : Perjalanan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tidak selalu berjalan mulus. Dibutuhkan ketekunan, adaptasi, dan konsistensi untuk bisa bertahan dalam jangka panjang. Kesuksesan usaha tidak datang secara instan. Hal itu dibuktikan Sukriyanto, pengusaha kacang umpet Niagasari asal Kabupaten Banyumas yang memulai usahanya sejak 2007.
Pada 2007, ia mencoba peruntungan baru dengan memproduksi kacang umpet. Berbekal belajar secara otodidak dan melihat peluang pasar, usaha tersebut perlahan berkembang. Bahkan sebelum pandemi, jumlah pekerjanya sempat mencapai 40 orang karena permintaan yang terus meningkat.
Saat ini, produksi rata-rata mencapai sekitar 200 bal per hari. Sebagian besar produk dipasarkan ke wilayah Tegal dan Brebes, sementara sisanya ke beberapa kota lain seperti Jakarta. Menariknya, hingga kini proses pencampuran adonan masih ia lakukan sendiri untuk menjaga kualitas rasa dan tekstur.
“Untuk teman-teman pelaku UMKM di Kabupaten Banyumas, tetap semangat, jangan pantang menyerah. Apapun yang kita lakukan itu niat baik untuk mengembangkan usaha kita masing-masing. Jangan gentar ketika ada pesaing, tetap harus punya inovasi dan kreatif,” ujar Sukriyanto dalam dialog Jelita Pro 1 RRI Purwokerto.
Selain kacang umpet, Sukrianto juga memproduksi keripik pisang, sale pisang, emping jagung, dan keripik bayam. Produk-produknya telah memiliki izin PIRT, NIB, dan sertifikat halal karena menurutnya legalitas usaha itu sangat penting.
Naik turun dalam berwirausaha adalah hal biasa. Kuncinya adalah konsisten menjaga kualitas dan relasi dengan pelanggan. Dari usaha rumahan, kini produknya mampu bertahan hampir dua dekade dan menjadi inspirasi bahwa ketekunan dan kerja keras dapat membawa hasil yang nyata. (Dwinanda)