ASPIKMAS: Ramadan Jadi Momentum Emas UMKM Banyumas Dongkrak Penjualan

  • 04 Mar 2026 10:54 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Ketua ASPIKMAS Kabupaten Banyumas, Pujianto S.E, menyebut momen Ramadan menjadi peluang besar bagi pelaku UMKM. Tentunya, hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan penjualan, khususnya pada sektor makanan dan fesyen yang identik dengan kebutuhan Idul Fitri.

Menurutnya, setiap Ramadan permintaan produk untuk kebutuhan berbuka puasa mengalami peningkatan signifikan. Berbagai jenis makanan dan minuman menjadi primadona, mulai dari takjil hingga hidangan siap saji untuk berbuka.

“Produk-produk yang berkaitan dengan buka puasa tentu paling menonjol. Selain itu juga fesyen dan aksesoris menjelang Idul Fitri, seperti baju koko dan perlengkapan serba baru,” ucapnya.

Puji menilai, pelaku UMKM di Banyumas pada umumnya sudah terbiasa menghadapi lonjakan permintaan saat Ramadan. Sebab, momen tersebut terjadi setiap tahun sehingga sebagian besar pelaku usaha telah memiliki pengalaman dalam menyesuaikan produksi dan strategi penjualan.

“Mengikuti pasar itu justru yang harus dilakukan. Kita menyediakan produk sesuai dengan kebutuhan pasar,” katanya.

Meski demikian, Ramadan juga menghadirkan tantangan tersendiri. Puji juga mengungkapkan, bahwa meningkatnya minat masyarakat untuk berjualan selama Ramadan membuat persaingan usaha semakin ketat.

“Momentum memang dapat, tapi pemain baru juga banyak bermunculan. Kompetisi jadi lebih tinggi,” ucap Puji.

Selain persaingan, tantangan lain yang kerap dihadapi pelaku UMKM adalah kesiapan modal dan produksi. Peningkatan permintaan menuntut persiapan stok bahan baku, kapasitas produksi, hingga strategi pemasaran yang matang.

Untuk itu, ASPIKMAS terus melakukan pendampingan kepada anggotanya agar tidak hanya bergantung pada momentum musiman. Pendampingan dilakukan dari sisi legalitas usaha, akses pasar, hingga dukungan permodalan melalui program ASPIKBank.

Puji menyatakan bisnis musiman seperti Ramadan dapat menjadi pintu awal bagi UMKM untuk naik kelas. Asalkan mereka selaku UMKM mampu menjaga standar kualitas dan memahami kebutuhan pasar secara konsisten.

“Ramadan bisa menjadi momen untuk meningkatkan penjualan. Selama kualitas terjaga dan pasarnya jelas, itu bisa jadi batu loncatan untuk melesat setelah Ramadan,” katanya.

Ia berpesan kepada pelaku UMKM yang baru ingin mencoba usaha musiman agar memastikan produknya memiliki nilai tambah (value) yang jelas dan relevan dengan kebutuhan konsumen.

“Produk harus punya value. Kalau punya nilai dan sesuai kebutuhan pasar, insya Allah bisa bertahan bahkan berkembang karena sudah punya market,” ujarnya.

Rekomendasi Berita