Teh Sangan Bedana, Warisan Rasa dari Banjarnegara
- 12 Nov 2025 09:18 WIB
- Purwokerto
KBRN, Banjarnegara: Selain memiliki panorama alam yang indah dan menyejukkan mata, Kabupaten Banjarnegara juga menyimpan kehangatan dari secangkir teh khas yang memanjakan indera penciuman dan perasa. Di Desa Bedana, Kecamatan Kalibening, aroma daun teh sangan atau teh sangrai menyeruak dari dapur-dapur warga, membawa cerita tentang tradisi dan cita rasa yang tak lekang waktu.
Asap tipis mengepul dari wajan tanah liat yang dipanaskan di atas tungku kayu bakar. Di balik kepulan asap itu, tangan-tangan terampil para petani sibuk menyangrai daun teh segar hasil panen dari kebun sendiri.
Salah satunya adalah Tohir, petani teh yang sudah lebih dari tiga dekade setia mengolah teh dengan cara tradisional. Di dapur sederhananya, ia masih mempertahankan proses pengolahan teh secara manual, demi menjaga cita rasa dan aroma yang khas.
“Prosesnya memang masih menggunakan sangan dengan tungku kayu bakar. Itu yang membuat rasa dan aromanya berbeda,” ujar Tohir di sela-sela kesibukannya, Selasa (11/11/2025).
Dari tangannya, lahirlah berbagai varian teh istimewa — mulai dari teh hijau, teh merah, teh putih, hingga teh mesra. Masing-masing memiliki karakter unik, bahkan beberapa dikombinasikan dengan hasil bumi lokal seperti jahe, nanas, dan daun kemukus.
“Yang premium itu teh putih, karena dipetik dari pucuk daun terbaik di jam tertentu. Kalau teh mesra itu campuran dengan tanaman lain, khusus untuk perempuan. Ada juga yang dicampur jahe, nanas, dan kemukus,” jelasnya.
Desa Bedana dikenal sebagai salah satu sentra perkebunan teh di Banjarnegara. Menurut Sekretaris Desa Bedana, Desi Kurniawati, teh telah menjadi sumber penghidupan utama bagi warga setempat.
“Luas kebun teh di Desa Bedana lebih dari 20 hektare. Sebagian besar warga memang menggantungkan hidup dari hasil teh,” ujarnya.
Dengan luas lahan dan kekayaan tradisi pengolahan, teh Bedana kini menjadi produk unggulan desa. Dari dapur-dapur tradisional, aroma teh khas itu telah menembus batas daerah. Produk teh Bedana kini dipasarkan ke berbagai kota, seperti Pekalongan, Semarang, Yogyakarta, hingga Bandung.
“Paling banyak ke Pekalongan dan Semarang, tapi sekarang kami juga sudah kirim ke Jogja dan Bandung lewat kemitraan,” tambah Desi.Melalui wadah UMKM Bedana Maju, para pelaku usaha lokal terus berinovasi tanpa meninggalkan akar tradisi. Mereka memproduksi berbagai jenis teh — dari teh hitam, hijau, merah, hingga putih — dan menghadirkan kombinasi rasa alami yang menggoda lidah.
“Kami mengeksplorasi rasa teh agar lebih bervariasi. Ada teh hitam premium, lalu kombinasi dengan nanas, jahe, dan daun kemukus,” ungkap salah satu pengelola UMKM Bedana Maju.
Teh Bedana bukan sekadar minuman, tetapi juga simbol kekayaan alam dan budaya masyarakat Banjarnegara hasil dari ketekunan, inovasi, dan cinta terhadap tradisi. (jkw)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....