50 UMKM Barlingmascakeb Didorong Terapkan SNI

  • 06 Nov 2025 10:03 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Banyumas : Sebanyak 50 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari wilayah Barlingmascakeb yang meliputi Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, dan Kebumen mengikuti kegiatan Program SNI Bina UMK dengan tema “Peningkatan Daya Saing UKM dengan Penerapan SNI.”

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pusat Inkubator Bisnis LPPM Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) bekerja sama dengan Badan Standardisasi Nasional (BSN), bertempat di Gedung LPPM Unsoed lantai 2, Rabu (5/11/2025).

Acara dibuka secara resmi oleh Ketua LPPM Unsoed yang diwakili oleh Sekretaris LPPM, Dr. Sri Wahyu Handayani, Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) merupakan langkah penting bagi UMKM untuk memperkuat daya saing serta memperluas akses pasar, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“SNI bukan hanya soal pemenuhan standar, tetapi juga bentuk komitmen terhadap mutu dan keberlanjutan usaha. LPPM melalui Pusat Inkubator Bisnis siap mendukung UMKM agar mampu bertransformasi menuju usaha yang berdaya saing tinggi,” ujar Dr. Sri Wahyu.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber utama. Ketua Pusat Inkubator Bisnis LPPM Unsoed, Nur Wijayanti, S.TP., M.P., menyampaikan materi bertajuk “Peran Akademisi dan Pusat Inkubator Bisnis dalam Mendampingi UKM Mengadopsi SNI untuk Peningkatan Mutu dan Akses Pasar.”

Dirinya menekankan pentingnya sinergi antara akademisi, pemerintah, dan pelaku usaha dalam mempercepat adopsi SNI, khususnya pada sektor produk pangan dan nonpangan. Narasumber kedua, Tegar Ega P., S.TP., M.Si., dari Badan Standardisasi Nasional (BSN), memaparkan materi mengenai “Mekanisme Sertifikasi dan Program BSN untuk UKM.”

Ia menjelaskan berbagai program pembinaan BSN yang dirancang untuk membantu UMKM dalam proses sertifikasi SNI, mulai dari pendampingan teknis, audit kesiapan, hingga bantuan sertifikasi bagi UKM binaan.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta tampak antusias berdiskusi dan mengajukan pertanyaan seputar prosedur sertifikasi, manfaat penerapan standar, serta peluang kerja sama dengan lembaga pendamping seperti LPPM Unsoed dan BSN.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....