Mahasiswi PGSD UNNES Kembangkan Inovasi Dawet Ice Cream
- 06 Okt 2025 14:30 WIB
- Purwokerto
KBRN, Banjarnegara: Dalam rangka kegiatan Bhakti Akademisi Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES), mahasiswi bernama Yalena Ghina Berliana dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) berhasil menciptakan inovasi produk kreatif berupa buku panduan “Nge-Dawet inovasi Dawet Ayu yang dipadukan dengan ice cream”. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dalam upaya mengembangkan potensi ekonomi kreatif di wilayah Kutabanjarnegara, Kecamatan Banjarnegara, Kota Banjarnegara , Jawa Tengah.
Yalena mengembangkan produk kreatif tersebut sebagai wujud implementasi nilai konservasi dan kewirausahaan yang menjadi ciri khas UNNES. Dalam pelaksanaannya, ia menjalin kerja sama dengan salah satu usaha toko SRC WATI untuk membantu masyarakat, khususnya para pelaku usaha kuliner, dalam menciptakan inovasi produk berbasis bahan lokal yang mudah diperoleh, yaitu cendol dawet ayu.
Melalui kegiatan ini, Yalena memberikan pendampingan langsung kepada pelaku usaha toko SRC WATI tentang cara menginovasi kan cara menyajikan dawet ayu menjadi produk dessert modern yang diberi nama Nge-Dawet.
“Produk ini merupakan kombinasi antara cendol dawet, disajikan dengan berbagai varian rasa ice cream sebagai pengganti santan dan topping menarik seperti nangka, durian, saus coklat, sprinkle dan lain-lain,” kata Yalena, Senin (6/9/2025).
Selain memperkenalkan produk olahan baru, Yalena juga menyusun buku panduan lengkap yang berisi langkah-langkah pembuatan Nge-Dawet, resep praktis, tips pengemasan, manfaat produk bagi pengembangan UMKM, serta strategi pemasaran sederhana yang dapat diterapkan oleh pelaku usaha kecil di wilayah setempat.
“Buku panduan ini diharapkan menjadi referensi praktis bagi masyarakat untuk mengembangkan ide bisnis berbasis potensi bahan local,” ucapnya.
Yalena menyampaikan harapannya agar inovasi ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat, terutama para pelaku usaha di kelurahan Kutabanjarnegara.
“Saya ingin kegiatan ini tidak hanya berhenti sebagai proyek kampus, tetapi bisa menjadi gerakan nyata yang mendorong kreativitas dan kemandirian ekonomi masyarakat. Melalui produk inovasi ice cream dawet ini, semoga masyarakat dapat menciptakan peluang usaha baru yang bernilai jual tinggi,” ujar Yalena.
Kegiatan ini disambut dengan antusias oleh pihak toko SRC WATI yang menjadi mitra kerja sama. Mereka tampak bersemangat mengikuti setiap sesi pelatihan dan praktik pembuatan produk. Salah satu pemilik toko, Ibu Wati, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan mahasiswa UNNES tersebut.
“Kami sangat senang dengan adanya kegiatan dari mahasiswa UNNES. Ide inovatif dari Yalena sangat bermanfaat bagi kami, terutama dalam menciptakan variasi menu baru yang menarik pelanggan. Inovasi ice cream dawet ini bisa menjadi produk andalan toko kami ke depan,” ujar Suswati pemilik usaha SRC WATI.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan usaha Toko SRC WATI di wilayah Kelurahan Kutabanjarnegara dapat menjadi contoh UMKM yang adaptif terhadap perkembangan kuliner modern sekaligus mampu mengoptimalkan potensi bahan lokal.
Kegiatan Bhakti Akademisi Mahasiswa UNNES yang dilakukan oleh Yalena ini menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya berperan dalam dunia akademik, tetapi juga dapat berkontribusi nyata bagi masyarakat. Kolaborasi antara kampus dan pelaku usaha lokal seperti ini diharapkan dapat terus berlanjut untuk menciptakan ekosistem kewirausahaan desa yang berkelanjutan serta memperkuat semangat inovasi di wilayah Kutabanjarnegara. (jkw)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....