Ekonomi Banyumas Raya Tumbuh 6,26 Persen pada Triwulan I 2026

  • 23 Jun 2026 09:30 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas - Perekonomian wilayah Banyumas Raya menunjukkan kinerja yang positif pada triwulan I tahun 2026. Pertumbuhan ekonomi kawasan yang meliputi Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen tersebut tercatat mencapai 6,26 persen secara tahunan.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Purwokerto, Christoveny, mengatakan capaian tersebut meningkat signifikan dibandingkan pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV tahun 2025 yang sebesar 5,39 persen (yoy).

Menurutnya, akselerasi pertumbuhan ekonomi didukung oleh membaiknya kinerja sejumlah sektor utama, seperti pertanian, perdagangan, dan industri pengolahan. Peningkatan produktivitas serta membaiknya permintaan domestik maupun global turut menjadi faktor pendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Banyumas Raya.

“Banyumas Raya menunjukkan ketahanan yang kuat. Pada triwulan I 2026 pertumbuhan ekonomi mencapai 6,26 persen secara tahunan, meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar 5,39 persen,” ujar Christoveny.

Selain pertumbuhan ekonomi yang meningkat, kondisi inflasi di Banyumas Raya juga terjaga dalam rentang sasaran nasional sebesar 2,5 persen ± 1 persen. Kota Purwokerto tercatat mengalami inflasi sebesar 2,88 persen (yoy), sementara Cilacap sebesar 3,22 persen (yoy).

Ia menilai kondisi tersebut mencerminkan daya beli masyarakat yang masih cukup baik. Selain itu, capaian inflasi yang terkendali menunjukkan efektivitas sinergi pengendalian inflasi yang dilakukan Bank Indonesia bersama pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah, Bank Indonesia berkomitmen memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah melalui pengembangan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor-sektor strategis lainnya.

Pada sektor UMKM, pengembangan difokuskan pada penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas dan kualitas pelaku usaha, serta perluasan akses pasar dan pembiayaan.

Sementara di sektor pertanian, Bank Indonesia bersama pemerintah daerah terus mendorong pengembangan klaster pertanian guna meningkatkan produktivitas, memperkuat ketahanan pangan, dan mendukung pengendalian inflasi daerah.

Adapun pada sektor perdagangan, Bank Indonesia memfasilitasi perluasan akses pasar melalui kegiatan business matching dan promosi produk unggulan daerah, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Melalui berbagai langkah tersebut, Bank Indonesia optimistis pertumbuhan ekonomi Banyumas Raya dapat terus terjaga sekaligus memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....