BI Catat Deflasi Banyumas Raya April 2026
- 06 Mei 2026 14:50 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas - Deflasi terjadi di wilayah Banyumas Raya pada April 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, Purwokerto dan Cilacap sama-sama mencatat penurunan harga secara bulanan setelah sebelumnya mengalami inflasi pada Maret.
Di Purwokerto, inflasi pada April 2026 tercatat minus 0,07 persen secara bulanan (mtm), dengan inflasi tahun kalender 1,03 persen (ytd) dan tahunan 2,12 persen (yoy). Angka ini menurun dibandingkan Maret 2026 yang mencapai 0,68 persen (mtm), 1,10 persen (ytd), dan 3,31 persen (yoy).
Kondisi serupa terjadi di Cilacap. Pada April 2026, wilayah ini mengalami deflasi sebesar 0,21 persen (mtm), dengan inflasi 0,87 persen (ytd) dan 2,23 persen (yoy). Realisasi tersebut lebih rendah dibandingkan Maret 2026 yang mencatat inflasi 0,70 persen (mtm), 1,08 persen (ytd), dan 3,51 persen (yoy).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto, Christoveny dalam keterangan kepada awak media Rabu ( 6/5/2026) mengatakan secara umum, capaian ini lebih rendah dibandingkan tingkat inflasi Jawa Tengah maupun nasional. Pada April 2026, Jawa Tengah mengalami deflasi sebesar 0,03 persen (mtm) dengan inflasi tahunan 2,11 persen.
Menurutnya deflasi di Purwokerto dan Cilacap dipicu oleh normalisasi permintaan pasca periode Ramadan dan Hari Besar Keagamaan Nasional Idulfitri. Berakhirnya arus mudik dan balik Lebaran menurunkan mobilitas masyarakat, yang berdampak pada turunnya harga sejumlah komoditas serta tarif angkutan antarkota.
Selain itu, penurunan harga emas global akibat meredanya tensi geopolitik turut memengaruhi harga emas perhiasan di dalam negeri. “ Dari sisi kelompok pengeluaran, deflasi di kedua wilayah terutama disumbang oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau,” kata Christoveny.
Lanjutnya, di Purwokerto, kelompok ini mengalami deflasi sebesar 0,62 persen (mtm) dengan andil minus 0,19 persen. Sementara di Cilacap, deflasi kelompok yang sama mencapai 0,67 persen (mtm) dengan andil minus 0,22 persen.
Komoditas utama yang mendorong deflasi di antaranya daging ayam ras, telur ayam ras, dan cabai rawit. Meski secara bulanan terjadi deflasi, inflasi tahunan di Banyumas Raya tetap terjaga dalam kisaran sasaran nasional 2,5±1 persen.
Kondisi ini merupakan hasil sinergi kebijakan antara Bank Indonesia dan pemerintah daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah.Christoveny, menyampaikan bahwa berbagai program pengendalian inflasi terus diperkuat melalui Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera.
Program tersebut meliputi Gerakan Pangan Murah, pengembangan sentra komoditas, panen hasil pemberdayaan petani milenial dan pesantren. Selain itu, fasilitasi distribusi pangan, hingga kerja sama antar daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....