Inflasi Banyumas Raya Maret 2026 Melandai
- 06 Apr 2026 16:52 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas— Inflasi di wilayah Banyumas Raya yang mencakup Purwokerto dan Cilacap pada Maret 2026 tercatat masih terjadi, namun menunjukkan tren melandai dibandingkan bulan sebelumnya. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bulanan (month-to-month/mtm) di Purwokerto sebesar 0,68% dan Cilacap 0,70%.
Di Purwokerto, inflasi Maret 2026 tercatat sebesar 0,68% (mtm), 1,10% (year-to-date/ytd), dan 3,31% (year-on-year/yoy), lebih rendah dibandingkan Februari 2026 yang mencapai 0,78% (mtm) dan 4,14% (yoy). Sementara itu, Cilacap mencatat inflasi 0,70% (mtm), 1,08% (ytd), dan 3,51% (yoy), juga menurun dari Februari yang sebesar 0,80% (mtm) dan 4,22% (yoy).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto, Christoveny, mengatakan tekanan inflasi secara bulanan pada Maret terutama dipicu meningkatnya permintaan masyarakat selama Ramadan. Selain itu permintaan atau penambahan permintaan barang konsumsi juga terjadi, Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri.
“Peningkatan konsumsi masyarakat selama Ramadan dan Lebaran menjadi faktor utama pendorong inflasi, khususnya pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau,” ujarnya dalam keterangan pers Senin (6/4/2026).
Di Purwokerto, kelompok tersebut mencatat inflasi 1,74% (mtm) dengan andil terbesar terhadap inflasi umum. Kenaikan harga dipicu oleh sejumlah komoditas seperti beras, daging ayam ras, bensin, minyak goreng, serta tarif angkutan antarkota.
Adapun di Cilacap, kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga menjadi penyumbang utama inflasi dengan kenaikan 1,68% (mtm). Komoditas seperti beras, daging ayam ras, telur ayam ras, bensin, dan tarif angkutan antarkota menjadi pendorong utama.
Lanjutnya, tekanan inflasi lebih tinggi berhasil tertahan oleh penurunan harga sejumlah komoditas. Antara lain emas perhiasan, bawang merah, cabai rawit, serta tarif kereta api di kedua wilayah.
Selain faktor musiman Ramadan dan Lebaran, kenaikan harga juga dipengaruhi tren global, khususnya peningkatan harga crude palm oil (CPO) yang berdampak pada minyak goreng. Dari sisi transportasi, inflasi turut didorong penyesuaian harga BBM nonsubsidi serta lonjakan mobilitas masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran.
Menurutnya, inflasi tahunan yang lebih rendah turut dipengaruhi efek basis rendah (low base effect). Akibat diskon tarif listrik pada periode yang sama tahun lalu.
Dalam upaya menjaga stabilitas harga, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Banyumas Raya terus memperkuat sinergi melalui program Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) dengan strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.
“ Sejumlah langkah konkret telah dilakukan sepanjang Maret, di antaranya operasi pasar murah, pasar tani, serta pemantauan harga dan pasokan bahan pokok di pasar tradisional dan modern. Program panen cabai dan fasilitasi distribusi pangan juga digencarkan guna menjaga pasokan tetap lancar,” ungkap Cristoveny.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....