Sekolah Pasar Modal Dorong Mahasiswa Melek Investasi sejak Dini
- 02 Mar 2026 22:58 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Kegiatan Sekolah Pasar Modal di Universitas Telkom Purwokerto yang digelar pada Rabu, (25/2/2026) menghadirkan pemateri praktisi pasar modal, Ardho Zuhri Falah, yang mendorong mahasiswa mulai berinvestasi sejak dini. Dalam pemaparannya, Ardho menekankan pentingnya literasi keuangan bagi generasi muda di tengah kondisi ekonomi yang terus berubah.
Ardho mengatakan, pasar modal bukan hanya tempat jual beli saham, tetapi juga ruang pertemuan antara investor dan perusahaan yang membutuhkan pendanaan. Mahasiswa diajak memahami bahwa instrumen seperti saham, obligasi, dan reksa dana memiliki fungsi berbeda sesuai profil risiko masing-masing.
“Pasar modal itu tempat bertemunya perusahaan yang butuh modal dan investor yang punya dana, jadi kita sebagai mahasiswa juga bisa jadi bagian dari itu. Investasi tidak harus menunggu mapan, melainkan bisa dimulai dari nominal kecil.” ujarnya di hadapan peserta.
Dalam sesi materi, Ardho juga menyoroti dampak inflasi terhadap nilai uang. Ia menjelaskan bahwa uang yang hanya disimpan tanpa di investasikan berpotensi tergerus nilainya seiring kenaikan harga kebutuhan pokok. Karena itu, investasi menjadi salah satu cara menjaga daya beli di masa depan.
Selain membahas inflasi, peserta dikenalkan pada tipe investor konservatif, moderat, dan agresif. Setiap tipe memiliki karakter risiko dan potensi imbal hasil yang berbeda. Mahasiswa diminta mengenali profil risiko sebelum menentukan instrumen investasi.
“Kalau cuma ditabung, nilainya bisa tetap, tapi daya belinya belum tentu sama beberapa tahun lagi, karena inflasi terus naik,” tuturnya.
Dalam sesi tanya jawab, salah satu peserta menanyakan cara menentukan pilihan saham di tengah kondisi pasar yang fluktuatif. Ia mengaku masih bingung membedakan saham yang layak dibeli dengan saham yang berisiko tinggi, terutama ketika harga terlihat murah.
Menanggapi hal tersebut, Ardho menjelaskan bahwa harga murah belum tentu mencerminkan kondisi perusahaan yang sehat. Ia menekankan agar investor pemula memperhatikan rasio keuangan, tingkat hutang, serta prospek bisnis sebelum membeli saham.
“Jangan cuma lihat harganya turun lalu dianggap diskon, tapi lihat dulu kondisi keuangannya dan model bisnisnya,” ujar Ardho.
Materi ditutup dengan penjelasan mengenai analisis fundamental dan teknikal dalam memilih saham. Peserta diajak memahami laporan keuangan, rasio hutang, hingga konsep support dan resistance dalam grafik harga. Ardho juga mendorong mahasiswa memanfaatkan aplikasi investasi resmi yang diawasi otoritas agar lebih aman dan terarah.