Universitas Telkom Purwokerto Gelar Sekolah Pasar Modal

  • 26 Feb 2026 14:33 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas: Kegiatan Sekolah Pasar Modal (SPM) yang digelar pada Rabu, (25/2/2026), di Universitas Telkom Purwokerto, menjadi ruang belajar bagi mahasiswa dan masyarakat umum. Acara ini menghadirkan pemateri dari Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) untuk memberi pemahaman dasar tentang investasi.

Ketua pelaksana, Arnes, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal sebelum diadakannya seri lanjutan. Materi difokuskan pada pengenalan pasar modal dan praktik pembukaan akun. Peserta juga diberi kesempatan bertanya secara langsung.

“SPM 1 ini memang kami siapkan sebagai fondasi awal sebelum masuk ke tahap berikutnya,” ujar Arnes kepada RRI.

Kegiatan ini terbuka untuk umum dan tidak hanya bagi mahasiswa. Targetnya adalah siapa saja yang ingin belajar saham dari nol.

Selain pemaparan materi, peserta juga diajak memahami pentingnya literasi keuangan sejak muda. Edukasi ini diharapkan bisa membentuk kebiasaan investasi yang sehat.

“Kami ingin acara selanjutnya lebih meriah dan pesertanya makin banyak,” ucapnya.

Arnes juga menegaskan bahwa SPM berikutnya sedang dipersiapkan. Informasi lanjutan akan dibagikan melalui media sosial komunitas.

Sementara itu, salah satu peserta, Bayu Satrio Wibowo mengaku tertarik mengikuti acara karena ingin menambah wawasan tentang saham. Sebelumnya, ia telah mencoba beberapa instrumen investasi lain. Namun, saham menjadi hal baru yang ingin dipelajari lebih dalam.

Materi tentang cara screening saham menjadi bagian yang paling berkesan bagi peserta. Ia belajar melihat emiten dan sektor industri sebelum mengambil keputusan. Penjelasan itu membuatnya lebih percaya diri untuk mulai berinvestasi.

“Menurut saya acara seperti ini penting banget buat anak muda,” ucap Bayu.

Bayu menilai investasi bukan cara cepat kaya tetapi langkah menjaga kondisi finansial. Pandangan itu muncul setelah mengikuti sesi materi dan diskusi.

Bayu juga menyoroti pengaruh politik dan kondisi global terhadap pasar modal. Isu suku bunga dan nilai tukar dinilai berdampak pada pergerakan saham. Hal ini menambah kesadaran bahwa investasi perlu analisis yang matang. (Ilham Ramdhani).

Rekomendasi Berita