OJK Bersama Penyuluh Agama Dorong Literasi Keuangan Syariah

  • 19 Feb 2026 11:40 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar kegiatan Training of Trainers (ToT) Penyuluh Agama Islam se-Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Kantor OJK Purwokerto, Rabu (18/2/2026) kemarin.

Acara juga dihadiri Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti serta Kepala Kantor OJK Purwokerto Haramain Billady, dan diikuti para penyuluh agama dari berbagai daerah di Jateng-DIY. Dalam sambutannya, Haramain menyampaikan bahwa OJK secara resmi memulai rangkaian program Gerak Syariah 2026 sebagai langkah masif meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia.

Menurutnya, penyuluh agama memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat karena berinteraksi langsung dengan umat di tingkat akar rumput.

“OJK tidak bisa bergerak sendirian. Kami membutuhkan peran aktif Bapak dan Ibu penyuluh agama yang setiap hari berinteraksi langsung dengan masyarakat untuk mendorong pertumbuhan keuangan syariah,” ujar Haramain.

Ia mengungkapkan, meski perkembangan perbankan syariah nasional menunjukkan tren positif, tantangan besar masih dihadapi. Berdasarkan hasil survei indeks literasi dan inklusi keuangan tahun lalu, tingkat literasi keuangan syariah baru mencapai 45 persen, masih tertinggal dibandingkan literasi keuangan umum yang telah menyentuh 60 persen.

Selain itu, tingkat inklusi atau penggunaan produk keuangan syariah masih berada di kisaran belasan persen, jauh di bawah inklusi keuangan umum yang sudah menembus angka 80 persen. Kondisi tersebut dinilai berpotensi dimanfaatkan oleh pelaku penipuan dan praktik scam keuangan.

Karena itu, OJK mengajak para penyuluh agama untuk menyisipkan edukasi keuangan syariah dalam setiap kegiatan dakwah dan pembinaan umat. Sementara itu, Dwi Asih Lintarti menegaskan bahwa pesatnya perkembangan layanan keuangan digital membawa manfaat sekaligus risiko nyata bagi masyarakat.

“Di satu sisi teknologi mempermudah akses perbankan dan pendidikan, tetapi di sisi lain masyarakat berisiko terjebak pinjaman ilegal serta edukasi keuangan yang menyesatkan,” kata Lintarti.

Lintarti berharap para penyuluh agama di Jawa Tengah dan DIY mampu menyampaikan pemahaman keuangan syariah dengan bahasa sederhana. Tentunya, untuk meningkatkan literasi masyarakat agar lebih bijak dalam mengambil keputusan keuangan, serta memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.

Program Gerak Syariah 2026 sendiri akan diisi dengan berbagai kegiatan dan kompetisi, di antaranya Lomba Kultum Keuangan Syariah, Lomba Reels Instagram, Lomba Seni Hadroh, serta Pemilihan Penyuluh Agama Terbaik. Sepanjang tahun 2025, OJK tercatat telah melaksanakan sekitar 115 kegiatan edukasi keuangan.

Rekomendasi Berita