Raditya Dika Bongkar Rahasia Finansial Bareng Timothy Ronald

  • 10 Jan 2026 14:40 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Banjarnegara: Raditya Dika membuktikan bahwa dirinya bukan hanya piawai merangkai cerita dan melontarkan humor, tetapi juga cerdas dalam mengelola keuangan. Hal tersebut terungkap dalam siniar bersama triliuner muda sekaligus edukator finansial, Timothy Ronald, yang tayang pada Kamis (8/1/2026).

Dalam perbincangan tersebut, Radit sapaan akrab Raditya Dika membagikan kisah bagaimana ia mulai mempelajari cara kerja uang sejak usia 21 tahun, bahkan sebelum buku pertamanya dirilis. Kesadaran finansial itu membuatnya sudah menyiapkan dana pensiun sejak masih duduk di bangku kuliah.

“Kalau gue nggak investasi, gue rugi. Dari situ gue belajar investasi dan akhirnya paham bahwa untuk kebebasan di masa tua, harus punya dana pensiun,” ungkap Radit.

Rasa cemas terhadap masa depan sebagai seniman menjadi pemicu utama Radit untuk belajar keuangan lebih awal. Ia menyadari bahwa profesi seniman tidak selalu menjanjikan pendapatan yang stabil, sehingga perencanaan finansial menjadi kebutuhan penting.

Meski enggan membeberkan nilai dana pensiunnya, Radit mengakui bahwa aset yang dipilih memiliki risiko tinggi dan masih terus ia persiapkan hingga kini. Strategi investasinya pun cukup beragam, mulai dari saham berbasis value, reksa dana indeks, hingga diversifikasi ke luar negeri dalam beberapa tahun terakhir.

“Gue nyampur sih sebenernya. Dulu full equity Indonesia, sekarang mulai diversifikasi ke luar,” jelasnya saat menjawab pertanyaan Timothy soal metodologi investasi.

Tak hanya itu, Radit juga membagikan tips meningkatkan savings rate dan keluar dari jebakan hedonic treadmill. Menurutnya, pekerjaan adalah sumber utama kekayaan, sementara investasi berfungsi sebagai alat untuk mencapai tujuan keuangan.

“Kuncinya memperbanyak revenue stream. Jadi penghasilan datang dari berbagai hal yang bisa gue lakukan,” katanya.

Menutup obrolan, Radit memberi pesan kepada anak muda agar membangun kebiasaan menabung dengan terlebih dahulu membiasakan diri bekerja, mencatat pengeluaran, serta menyesuaikan gaya hidup dengan kemampuan finansial. Sebuah pengingat bahwa kebebasan finansial bukan soal besar kecilnya penghasilan, melainkan bagaimana mengelolanya sejak dini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....