Pembina Pramuka di Banyumas Didorong Cakap Finansial
- 21 Agt 2025 15:37 WIB
- Purwokerto
KBRN, Banyumas: Sebanyak 250 Pembina Pramuka Kwartir Cabang Banyumas mengikuti Training of Traine (ToT) keuangan yang diadakan oleh OJK Purwokerto pada Rabu (20/8/2025) di Gedung Gurinda Dinas Pendidikan. Pelatihan ini mendorong para pembina pramuka agar memiliki literasi keuangan yang baik.
Sekda Banyumas yang sekaligus Ketua Kwarcab Banyumas Agus Nur Hadie mengaku mendukung adanya edukasi keuangan yang diberikan. Hal ini mengingat salah satu peran penting pramuka yakni menjadi agen perubahan.
Agus menuturkan, pengetahuan mengenai keuangan atau literasi keuangan akan meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai produk dan jasa keuangan, serta membantu mereka membuat keputusan finansial yang lebih baik.
“Meningkatkan literasi keuangan, yang pada akhirnya akan melindungi konsumen dari praktik keuangan yang merugikan,” ujar Agus Nur Hadie dalam keterangan tertulis.
Menurutnya, dengan pemahaman yang lebih baik tentang produk dan layanan keuangan, masyarakat dapat terhindar dari penipuan dan investasi bodong. Kecakapan ini juga menjadi bentuk investasi jangka panjang yang bermanfaat dalam mengelola dan menjaga kondisi keuangan agar tetap terjaga atau stabil.
“Setelah kaka-kaka kondur (pulang) dari sini, harus menyosialisasikan di lingkungan dan menerapkan kepada anak didiknya,” tutur Agus.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala OJK Purwokerto Haramain Billady juga menyampaikan, melalui ToT ini, pihaknya berharap para pembina pramuka dapat menularkan informasinya kepada para siswa SD,SMP hingga SMA mengenai produk-produk keuangan.
“Ini merupakan langkah konkret kami, sejalan dengan pusat untuk menyebarkan informasi ke daerah-daerah,” ujarnya
Menurutnya, gerakan pramuka dapat menjadi salah satu upaya dalam mengedukasi masyarakat dengan baik, sebagaimana peran pramuka yang tidak hanya mendidik namun juga menanamkan nilai-nilai keterampilan dan kedisiplinan.
“Harapan kami, dengan adanya kegiatan ini pemberian informasi akan semakin luas. Karena kami sebagai OJK tidak bisa bergerak dan berdiri sendiri,” ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut, ToT memberikan pemahaman kepada peserta edukasi tentang bagaimana melakukan aktivitas keuangan yang aman dan legal. Pemahaman ini diberikan supaya masyarakat, khususnya pembina pramuka, terhindar dari aktivitas keuangan ilegal seperti pinjaman online (pinjol) ilegal, hingga banyak materi lainnya, seperti cara investasi yang baik.
Dengan sinergi bersama gerakan pramuka, Pemerintah Kabupaten Banyumas bersama OJK Purwokerto optimistis literasi keuangan dapat menjangkau generasi muda secara lebih luas dan berkesinambungan. Melalui pembina yang menjadi teladan dan duta literasi, pesan penting tentang pengelolaan keuangan yang cerdas akan menumbuhkan masyarakat yang semakin mandiri, tangguh, dan siap menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....