Seminar Nasional Soroti Kepeloporan RM Margono dalam Ekonomi Indonesia

  • 18 Mei 2025 20:05 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Banyumas: Nama Raden Mas Margono Djojohadikusumo tercatat kuat dalam sejarah ekonomi Indonesia. Hal ini kembali ditegaskan dalam Seminar Nasional bertema “Perintis dan Kepeloporan R.M. Margono Djojohadikusumo dalam Meletakkan Fondasi Sistem Keuangan Modern untuk Pembangunan Perekonomian Indonesia” yang digelar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada Kamis (15/5/2025).

Guru Besar Sejarah Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Prof. Dr. Sugeng Priyadi, M.Hum., menjadi salah satu narasumber utama dalam acara tersebut. Ia menyoroti peran vital Margono sebagai peletak dasar sistem keuangan nasional yang berdaulat dan inklusif.

"Beliau tak hanya mendirikan Bank Negara Indonesia pada 1946, tetapi juga meletakkan prinsip ekonomi kerakyatan dalam sistem perbankan modern,” ujar Prof. Sugeng dalam keterangan pers, Sabtu (17/5/2025).

Lebih jauh, Prof. Sugeng juga membedah sisi historis kehidupan Margono yang lahir di Bodas Karangjati, Purbalingga, dan memiliki garis keturunan langsung dari tokoh pejuang seperti Panglima Perang Diponegoro di wilayah Banyumas. Menurutnya, Margono berasal dari keluarga pejuang dan sangat kuat dalam nilai keislaman dan nasionalisme.

"Ia mewarisi spirit perjuangan, namun membawa gerakan ke arah ekonomi dan perbankan modern,” ucap Prof. Sugeng.

Lebih lanjut, ia menilai, penyelenggaraan seminar ini memiliki peran penting dalam mendukung upaya menjadikan Margono sebagai pahlawan nasional, mengingat peran strategisnya dalam mendirikan BNI dan mendorong kemandirian ekonomi bangsa yang masih relevan.

“Kita tidak sedang mengagungkan nama, tapi menempatkan sejarah pada konteksnya yang benar. Peran strategis Margono dalam mendirikan BNI dan mendorong kemandirian ekonomi Indonesia adalah warisan yang relevan hingga kini,” tutur Prof. Sugeng.

Seminar yang dibuka oleh Rektor UIN Jakarta, Prof. Dr. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D., dan keynote speech oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., ini juga menghadirkan pembicara lain seperti Prof. Dr. Jajat Burhanuddin, M.A. (Guru Besar Sejarah UIN Jakarta) dan Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu. Hadir pula tokoh-tokoh nasional dari akademisi, TNI, organisasi kemasyarakatan, hingga tokoh adat.

Dalam diskusi yang berlangsung hangat, Prof. Sugeng juga menyoroti kontribusi Margono dalam pembentukan koperasi dan pendirian lembaga keuangan seperti Bank Industri Negara (BAPINDO) dan PT Natour. Ia juga menekankan pentingnya pengembangan kajian lokal yang menjadi pondasi nasionalisme berbasis sejarah ekonomi.

“UMP sangat bangga karena dosennya dapat berkontribusi dalam ruang ilmiah yang prestisius ini. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari peran aktif UMP dalam penguatan sejarah ekonomi Indonesia,” kata Prof. Sugeng.

Dengan pemaparan yang komprehensif, Prof. Sugeng Priyadi mempertegas pentingnya pendekatan sejarah yang objektif dan bebas dari muatan politis dalam menilai kontribusi tokoh bangsa seperti R.M. Margono. Seminar ini pun menjadi ajang penting dalam memperkuat memori kolektif bangsa terhadap fondasi ekonomi Indonesia yang dibangun dari semangat kemandirian, nasionalisme, dan kerakyatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....