Sulap Limbah Jadi Cuan: Warga Banyumas Berdaya lewat Kresek
- 07 Okt 2026 14:29 WIB
- Purwokerto
Poin Utama
- Widyastri Oktarini (Wiwi) dari Purwokerto berhasil mengubah kantong plastik bekas menjadi tas handmade eksklusif bernilai ekonomi tinggi melalui usaha Wie26 Shop.
- Usaha kreatif ini berawal dari hobi menyulam yang ditekuni sejak tahun 2010, dan inovasi tas dari kantong kresek difokuskan intensif mulai tahun 2018.
- Ide pembuatan tas dari limbah kantong plastik lahir dari kepedulian Widya terhadap tumpukan kantong plastik bersih di rumah yang kemudian dikombinasikan dengan sisa potongan kain kanvas.
RRI.CO.ID, Purwokerto-Persoalan limbah kantong plastik yang sering kali dipandang sebagai sampah tak berguna kini berhasil diubah menjadi peluang ekonomi bernilai tinggi di tangan Widyastri Oktarini, warga Purwokerto, Kabupaten Banyumas. Melalui usahanya yang diberi nama Wie26 Shop, ia secara apik menyulap kantong kresek bekas menjadi aneka kerajinan tas handmade yang cantik dan eksklusif.
Wanita yang biasa dipanggil Wiwi ini menceritakan pada acara UMKM Bicara di Pro 1 Purwokerto hari Senin, 5 Oktober 2026. Ia mengatakan bahwa usaha kreatif ini sejatinya bermula dari hobi menyulam yang ditekuninya sejak tahun 2010, namun inovasi pembuatan tas dari bahan kresek baru difokuskan secara intensif pada tahun 2018. Inisiatif ini lahir dari keresahan sederhana saat Widya melihat banyaknya tumpukan kantong plastik bersih di rumah, yang kemudian memicu ide untuk memadukannya dengan sisa potongan kain kanvas.
Proses produksinya menuntut ketelatenan dan teknik modifikasi khusus yang cerdas meski menggunakan alat rumah tangga seadanya. Kantong kresek yang tebal dipotong bagian ujungnya, dilipat menjadi empat lapisan, lalu disetrika dengan menggunakan pelapis kertas kalender bekas agar tekstur plastiknya padat, menyatu, dan siap untuk dijahit.
Nilai luhur dari usaha ini terletak pada dampak sosialnya, di mana Widya tidak mengerjakannya sendirian melainkan ikut memberdayakan warga sekitar untuk mendapatkan tambahan penghasilan. Ia sengaja membagikan pekerjaan produksi tersebut kepada ibu-ibu rumah tangga hingga seorang pensiunan pekerja kebersihan. "Ada asisten yang bantuin nyulam juga, ibu rumah tangga, dia dibawa pulang untuk disulam, terus ada juga yang bantuin jahit, pensiunan OB," ungkap Widya membagikan kisah pemberdayaannya.
Berkat kolaborasi warga dan inovasi pengolahan limbah tersebut, produk kerajinan yang dibanderol mulai harga Rp40.000 untuk dompet hingga Rp270.000 untuk tas ini sukses diminati banyak kalangan. Bahkan, karya dari limbah kresek tersebut tak hanya laris manis di pasar lokal, tetapi juga tercatat pernah dikirim hingga menembus pasar Inggris. (Faiq Rafif)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....