Olahan Nila Crispy Tingkatkan Nilai Perikanan Lokal
- 07 Jul 2026 16:17 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Pemanfaatan hasil perikanan melalui inovasi produk mampu meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal. Hal tersebut dibuktikan Sri Narsih, S.Pi., pemilik UMKM Nila Crispy Sarmila asal Banyumas yang mengolah ikan nila menjadi camilan tahan hingga enam bulan dan dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia.
Dalam program UMKM Bicara RRI Pro 1 Purwokerto, Sri mengatakan bahwa usahanya berawal dari keinginan memanfaatkan melimpahnya hasil perikanan di Banyumas. Ia juga menjelaskan bahwa ia memiliki inovasi kreatif dengan membuat produk yang lebih tahan lama daripada sekadar digoreng atau dipepes yang daya tahannya hanya bertahan 1-2 hari sehingga dapat memperluas jangkauan pasar.
Setelah melakukan berbagai uji coba sejak 2012, ia mulai fokus mengembangkan usaha pada 2019 dan menetapkan ikan nila sebagai produk utama karena pasokannya stabil serta memiliki potensi pasar yang besar.
Saat ini, Nila Crispy Sarmila mampu memproduksi sekitar 25–30 kilogram per hari dengan dukungan tujuh tenaga kerja produksi. Produk tersebut memiliki daya simpan hingga enam bulan, dipasarkan secara daring maupun luring, serta telah mengantongi sertifikasi halal, PIRT, dan Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Menurut Sri, pengolahan ikan menjadi produk siap konsumsi tidak hanya meningkatkan nilai jual hasil perikanan, tetapi juga memperluas jangkauan pasar sekaligus menjadi alternatif konsumsi ikan bagi masyarakat, khususnya anak-anak yang kurang menyukai ikan segar. Inovasi tersebut juga membuka peluang usaha bagi pembudidaya ikan lokal melalui kemitraan penyediaan bahan baku.
Sri mengungkapkan, konsistensi menjaga kualitas menjadi salah satu faktor yang membuat Nila Crispy Sarmila mampu bertahan di tengah persaingan usaha olahan ikan. Menurutnya, proses produksi yang membutuhkan ketelitian dan kesabaran membuat tidak semua pelaku usaha mampu mempertahankan bisnis tersebut dalam jangka panjang.
"Dulu memang ada beberapa UMKM yang membuat produk seperti ini, tapi sampai saat ini yang berhasil survive saya. Membuat nila crispy itu butuh ketelitian, kemauan, kemampuan, dan kesabaran. Kami benar-benar konsen supaya produk ini terus eksis," ujar Sri.
Di akhir perbincangan, Sri berpesan agar para pelaku UMKM tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan. Menurutnya, setiap permasalahan selalu memiliki solusi selama dihadapi dengan semangat dan konsistensi. "Kalau ada masalah saya cari solusinya. Jangan lari dari permasalahan," tutupnya. (Kartika)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....