Usaha Hantaran di Era Digital: Peluang Bisnis Seserahan di Zaman Marketplace

  • 12 Jun 2026 09:14 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Peluang usaha di sektor jasa hantaran atau seserahan pernikahan ternyata masih sangat terbuka lebar, terutama bagi pelaku yang berani berinovasi dan memanfaatkan platform digital.

Hal ini diulas mendalam dalam Dialog UMKM Bicara Pro 1 RRI Purwokerto bersama Umi Isna Nur Laeli, S.Pd pengrajin seserahan dari usaha bernama Tsabita, menceritakan perjalanan bisnisnya yang berawal dari keresahan pribadi terhadap praktik seserahan tradisional yang tidak ramah lingkungan.

"Sebenarnya, semua bermula dari keresahan sih, keresahan saya pribadi ya. Terus disayangkan juga box-nya juga kan enggak bisa dipakai lagi karena enggak reusable juga nambah sampah gitu. Keresahan ini mendorongnya untuk membuka jasa seserahan dengan boks akrilik yang dapat digunakan kembali, menciptakan solusi yang inovatif,” ucap Isna.

Dalam memasarkan jasanya, Isna sangat mengandalkan platform digital, khususnya Instagram dan TikTok. Dengan target pasar Gen Z, konten visual yang estetis menjadi prioritas. "Kalau setahu saya sih, ya, karena target market saya adalah Genzi yang kebanyakan tuh pasti lebih mengutamakan nilai estetika, visual, ya," jelasnya.

Konsistensi dalam membuat dan mengunggah konten menjadi tantangan sekaligus kunci utama. Isna berupaya memproduksi konten harian meskipun harus melawan mood. "Konsistensi itu penting banget sih. Karena kalau kita usaha kok ngikutin mood enggak bakal jalan gitu. Paksa, harus paksa, ya," tegas Isna. Berkat strategi digital ini, jangkauan klien Tsabita meluas hingga ke luar Purwokerto, bahkan pernah melayani pesanan dari Riau, dengan total layanan mencapai kurang lebih 700 order dalam tiga tahun.

Inovasi juga diterapkan dalam teknik pengerjaan, seperti menghindari penggunaan lem tembak atau jarum agar barang klien tidak rusak, terutama untuk barang yang sulit ditata seperti skincare dan body care. Selain itu, Tsabita kini telah membuka kelas privat sebagai bentuk perluasan usaha dan edukasi.

Isna optimis prospek bisnis hantaran di era digital akan terus berkembang, menuntut pelaku usaha untuk selalu belajar. Sebagai penutup, ia berpesan kepada pelaku UMKM "Ya yang pastinya mulai aja dulu, semuanya berawal dari mulai aja dulu sih. Yang penting konsisten tadi pertama, Yang kedua inovasi. Kita harus tetap belajar berinovasi gitu, berkreasi biar tetap relevan dengan tren-tren sekarang."

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....