Dari Hobi, Mahasiswa Asal Purwokerto Raup Omzet Jutaan dari Bisnis Parfum
- 13 Apr 2026 14:32 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Seorang mahasiswa dari Telkom University Purwokerto Muhammad Dista Al Arsy Quranabiem memilih jalur berbeda dalam menjalani kesehariannya. Di tengah padatnya jadwal perkuliahan, ia justru aktif berjualan parfum sebagai usaha sampingan yang kini mulai berkembang.
Usaha yang dijalankan berawal dari ketertarikan pribadi terhadap dunia parfum. Awalnya, ia hanya sekadar kolektor dan penikmat aroma, namun seiring waktu melihat peluang bisnis yang cukup besar, terutama di media sosial yang sedang ramai dengan tren jual beli parfum.
“Awalnya dari hobi saja suka koleksi parfum. Terus sering lihat di TikTok banyak yang jualan dan ramai, jadi kepikiran kenapa tidak coba sekalian, siapa tahu bisa jadi cuan juga,” ujarnya pada Senin, (13/4/2026).
Dalam menjalankan usahanya, mahasiswa jurusan software engineering ini mengaku harus pandai membagi waktu antara kuliah dan berjualan. Aktivitas akademik tetap menjadi prioritas, namun ia memanfaatkan waktu luang untuk menjalankan bisnisnya.
Biasanya, ia mengikuti perkuliahan dari pagi hingga siang hari. Setelah itu, waktu sore dimanfaatkan untuk berjualan, baik secara langsung maupun melalui platform digital, seperti TikTok.
“Kalau bagi waktu sebenarnya kuncinya di manajemen saja. Pagi sampai siang kuliah, habis itu baru lanjut jualan di jam kosong,” ucapnya.
Meski terlihat berjalan lancar, usaha ini tidak lepas dari berbagai tantangan. Salah satu kendala utama yang dihadapi adalah faktor cuaca, terutama saat hujan yang membuat aktivitas jualan di luar menjadi terhambat.
Selain itu, kendala juga datang dari platform digital yang digunakan untuk promosi. Ia mengaku sering mengalami masalah seperti pembatasan akun saat melakukan siaran langsung di TikTok.
“Kalau hujan itu susah jualan di luar, jadi lebih sepi. Terus TikTok juga kadang sensitif, sering kena pelanggaran atau ban pas lagi live, itu cukup menghambat,” tuturnya.
Meski begitu, usaha ini memberikan dampak positif bagi dirinya. Dalam satu hari, omzet jualannya bisa mencapai Rp3 juta.
Selain menambah pemasukan, pengalaman berjualan juga membentuk mentalitas yang lebih kuat dibandingkan hanya belajar teori di kelas.
“Yang paling kerasa itu mental, jadi lebih kebentuk. Tidak cuma belajar teori, tapi juga langsung praktik, dari mengatur modal sampai menghadapi komplain pelanggan,” ucapnya. (Ilham Ramdhani).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....