Bulu Mata Palsu Gerakkan Ekonomi Purbalingga
- 27 Feb 2026 11:42 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto - Produk kecantikan termasuk bulu mata palsu menjadi usaha yang terus dibutuhkan oleh konsumen, khususnya wanita. Tren riasan yang semakin berkembang dan pengaruh media sosial membuat permintaan produk ini cenderung stabil bahkan meningkat. Selain itu, bulu mata palsu dianggap mampu menunjang penampilan dengan praktis untuk berbagai aktivitas, baik sehari-hari maupun acara tertentu.
Dialog UMKM Bicara Pro 1 RRI Purwokerto kali ini bersama Indra Fikri Nurhidayat, pemilik Bulumata Hits membahas tema “Perkembangan Bulu Mata Palsu di Purbalingga”.
Dalam usahanya tersebut, Indra sendiri memberdayakan masyarakat sekitar dalam produksi bulu mata palsu, seperti ibu rumah tangga dan dikerjakan di rumah masing-masing.
Indra menjelaskan proses pembuatan bulu mata palsu yang diproduksi oleh usahanya mulai dari knitting hingga proses potong bentuk. “Jadi, untuk proses bulu mata itu nomer satu itu ada yang namanya proses knitting mbak. Jadi, kayak bahan baku itu kan kalau bahan kami itu semuanya kan sintetis semua. Jadi, kayak sintetis bahan nanti kita bagi itu ke ibu-ibu rumah tangga gitu. Abis knitting lalu ada proses gosok, abis proses gosok ada proses gulung. Abis gulung ada proses oven abis oven di proses potong bentuk,” jelasnya.
Indra menyebutkan kalau faktor yang memengaruhi produksi bulu mata palsu itu sendiri, yaitu model. Ia mengaku bahwa usahanya sendiri sudah mengeluarkan 100 model.
Untuk penjualannya, Indra sendiri menjual per lusin yang tersedia di online store, seperti Shopee, Lazada, Instagram, dan Tiktok. “Range harga sih dari Rp 60.000 sampai Rp 190.000 per lusin itu,” ungkapnya. Namun, tidak sedikit juga pembeli ynag datang langsung ke rumah produksi untuk membeli bulu mata palsu tersebut.
Perkembangan usaha bulu mata yang dijalankan Indra sejak 2018 tersebut bukan hanya soal keuntungan atau pemasok industri kecantikan, tetapi juga usaha dalam memberdayakan masyarakat sekitar. (Helmalia)