Social Quotient Catat Optimisme Ekonomi Nasional
- 22 Des 2025 19:16 WIB
- Purwokerto
KBRN, Banyumas : Social Quotient memaparkan tingginya optimisme publik terhadap masa depan ekonomi Indonesia, meski dibayangi sejumlah isu krusial yang berpotensi menjadi tantangan serius. Paparan tersebut disampaikan dalam ajang Big Alpha Business Summit 2025 yang digelar di Jakarta, Jumat (19/12/2025).
Direktur Social Quotient, Manbir Chyle, mengungkapkan hasil analisis terhadap lebih dari 1,73 juta percakapan daring di berbagai platform media sosial sepanjang periode 1 September hingga 30 November 2025. Hasilnya menunjukkan mayoritas warganet menaruh harapan besar pada arah ekonomi nasional, namun tetap menyimpan kekhawatiran terhadap persoalan struktural yang belum tuntas.
Analisis percakapan di platform X, Facebook, Instagram, dan TikTok memperlihatkan keyakinan publik bahwa Indonesia berpeluang menjadi kekuatan ekonomi global. Optimisme tersebut didorong oleh kekayaan sumber daya alam, posisi geografis strategis, serta bonus demografi berupa angkatan kerja muda yang produktif.
Sentimen positif juga menguat setelah kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Kanada dan Brasil, yang dipersepsikan publik sebagai upaya membuka peluang kemitraan ekonomi baru. Selain itu, figur Menteri Keuangan Purbaya Yudhi dinilai turut mendorong optimisme melalui gaya komunikasi yang lugas serta kebijakan pro-rakyat, termasuk penyaluran dana Rp200 triliun ke perbankan BUMN untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Namun demikian, Social Quotient mencatat tiga isu utama yang menjadi perhatian publik. Pertama, kerusakan lingkungan dan meningkatnya bencana alam seperti banjir dan longsor yang memicu kritik terhadap pola pembangunan yang dinilai belum berkelanjutan.
Kedua, kelangkaan bahan bakar minyak di SPBU swasta, yang menimbulkan kekhawatiran akan terhadap iklim investasi. Ketiga, persoalan ketenagakerjaan, mulai dari tingginya ketergantungan pada sektor informal dan UMKM yang rentan hingga maraknya pemutusan hubungan kerja di sejumlah sektor.
Manbir menegaskan, target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen tidak dapat dilepaskan dari kemampuan pemerintah dan pemangku kepentingan dalam merespons kegelisahan publik.
“Data ini mencerminkan harapan dan kekhawatiran masyarakat. Social listening menjadi penting agar kebijakan yang diambil lebih empatik, responsif, dan tepat sasaran,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima oleh RRI Purwokerto Senin ( 22/12/2025).
Big Alpha Business Summit 2025 menghadirkan sejumlah tokoh ekonomi dan bisnis nasional, di antaranya Agus Harimurti Yudhoyono. Mereka hadir sebagai pembicara dan narasumber dalam diskusi panel yang membahas transformasi dan akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....