Secangkir Kopi, Segudang Peluang
- 20 Nov 2025 07:14 WIB
- Purwokerto
KBRN, Purwokerto : Kopi adalah salah satu minuman yang paling populer di dunia, dan tidak hanya sekedar minuman biasa. Secangkir kopi dapat menjadi katalisator kesuksesan, meningkatkan kreativitas dan produktivitas, serta membuka jendela kesempatan.
Bisnis kopi memang kian menjamur, namun bagi Siti Khotimah, Owner Lung Coffee Purwokerto, perjalanannya justru dimulai dari kecintaannya sendiri pada minuman pahit itu. Hal tersebut ia sampaikan dalam program UMKM Bicara RRI Purwokerto dengan tema “Meracik Peluang dari Secangkir Kopi.”
Siti Khotimah menjelaskan bahwa ketertarikannya pada usaha kopi dilandasi oleh kegemarannya mengonsumsi kopi yang dianggap menginspirasi. “kenapa saya tertarik dengan usaha kopi, karena dari dulu itu saya suka ngopi gitu, jadi kopi itu banyak digemari oleh warga-warga di seluruh desa ya jadi menurut saya itu kopi itu menginspirasi,” ungkapnya.
Perjalanan merintis Lung Coffee tidaklah mulus. Awalnya, proses produksi masih sangat tradisional, yang menjadi kendala utama dalam memenuhi permintaan pasar. "dulu di awal saya produksi konsepnya kan tradisional, jadi di mana saya produksi masih menggunakan alat-alat tradisional di sangrai masih pakai tungku, terus untuk proses penggilingannya masih manual juga jadi ditumbuk oh sama alu dan lumpang, jadi saya tidak bisa produksi banyak dalam waktu yang singkat seperti itu," kenangnya.
Ia juga sempat mengalami komplain dari pelanggan karena kurangnya pengetahuan tentang jenis kopi, yang membuatnya terpaksa belajar dan mengikuti berbagai pelatihan.
Dalam berbisnis, Siti menekankan bahwa modal bukanlah faktor nomor satu. "untuk modal di dalam usaha itu bukan nomor satu yang pertama itu kemauan, semangat dan cinta kita harus mencintai usaha kita," tegasnya.
Bahkan, untuk memulai Lung Coffee di tahun 2017, beliau hanya membutuhkan modal awal yang minim. "untuk modal awal dulu saya apa dimulai dari angka Rp500.000 itu saya pakai buat beli sealer dan untuk bahan bakunya saya beli hanya 3 kilo," ceritanya.
Kini, setelah konsisten, produksi Lung Coffee bisa mencapai 100 kg per bulan.
Siti menekankan bahwa kunci mempertahankan pelanggan adalah konsistensi rasa. Caranya, menggunakan bahan baku dari satu petani agar kualitas tetap sama, serta menjaga satu profil sangrai yang stabil.
Nama Lung Coffee dipilih sebagai strategi branding yang melekat dengan Desa Melung, sekaligus mengangkat citra desa wisata.
“Pesan saya kepada para pemula agar tidak memulai usaha dengan utang. Usaha tidak mungkin cepat kembali modal, sehingga modal awal harus dikelola dengan bijak,” pesannya. (Fahim)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....