Akhir September Harga Beras Alami Kenaikan di Banyumas

  • 27 Sep 2025 11:37 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Banyumas: Harga beras jenis medium dan premiumsaat ini tengah mengalami lonjakan harga di sejumlah pasar yang ada di wilayah Purwokerto. Hal tersebut dikeluhkan oleh para pedagang beras yang ada di Pasar Kliwon, Karanglewas, Banyumas. Peningkatan harga yang terjadi menyebabkan beberapa dampak negatif bagi penjual, salah satunya adalah menurunnya jumlah pembeli.

Wahid, salah seorang penjual beras di sana mengeluhkan adanya kenaikan harga dari pihak pengepul tempat ia mengambil barang. Menurutnya, hal tersebut mengakibatkan terjadinya penurunan jumlah konsumen yang ada ke tokonya dan berakibat pada berkurangnya jumlah omset yang didapatnya.

Selain itu, penjual beras berumur 65 tahun tersebut mengatakan bahwa kenaikan sudah terjadi sejak satu minggu yang lalu. Meskipun kenaikan harga beras yang terjadi tidak terlalu signifikan, para penjual tetap mengeluhkan adanya perubahan harga tersebut. Peningkatan harga yang terjadi pada beras kualitas standar dan premium terjadi berkisar mulai dari Rp 500 hingga Rp 1000.

Ia menyampaikan bahwa salah satu penyebab terjadinya kenaikan harga beras dikarenakan kebijakan dari Bulog terkait dengan penjualan ‘gabah’ yang lebih banyak. Ia juga berharap adanya perubahan kebijakan dari lembaga pemerintah terkait guna menekan laju kenaikan harga atau setidaknya dapat bertahan di level stabil.

“Ya, semoga dikasih normal. Kan, yang membuat naik yang dari Bulog, karena mengambil ‘gabahnya’ mahal. Sehingga yang berjualan beras jadi mahal. Di selipannya (penggilingan), banyak yang tidak dikasih jual berasnya, yang banyak dijual itu gabahnya. Jadi di selipannya (penggilingan) tidak ada beras, yang membuat harga naik,” ujar Ibu Wahid kepada RRI pada Jumat (26/9/2025)

Namun, penyusutan jumlah pembeli tidak terjadi secara menyeluruh. Siti Khomsiatun (40) salah seorang penjual beras yang juga berlokasi di Pasar Karanglewas mengatakan kenaikan harga beras tidak terlalu berdampak signifikan terhadap penyusutan pembeli yang datang ke tokonya.

“Kemarin memang sempat naik, tetapi hanya sebentar, terus naik turun juga sedikit, turun kadang Rp 500, kalau naik, maksimal paling saya jualnya Rp 14.500 untuk yang premium, sudah bagus, kemudian untuk yang standar saya jual Rp 14.000. Soal kenaikan harga sepertinya biasa saja, tidak mempengaruhi penjualan,” ucap Siti.

Meskipun kenaikan harga yang terjadi di Bulan September ini tidak terlalu signifikan dan tidak berdampak keseluruhan, pemerintah perlu untuk mengontrol laju kenaikan harga di tengah kondisi ekonomi saat ini. Hal itu guna memastikan bahwa masyarakat secara luas dapat terus mengakses kebutuhan pangan mereka dengan baik. (Arief Muzakki)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....