Perintis vs Pewaris: Siapa yang Lebih Keren?

  • 07 Agt 2025 07:54 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Purwokerto : Dalam perjalanan bisnis, keberhasilan seseorang dipengaruhi oleh keadaan awal pebisnis ketika memulainya, keadaan ini terbagi menjadi dua. Pertama perintis atau pebisnis yang memulai perjalanan dari nol. Sedangkan yang ke-dua adalah pewaris, pebisnis yang melanjutkan warisan dari orang tua ataupun kerabatnya.

Baru-baru ini pembahasan tentang pewaris dan perintis ramai di media sosial. Semenjak munculnya statement anak berusia 8 tahun bernama Ryu Kintaro yang memilih hidup sebagai perintis. Menurutnya, menjadi perintis lebih menantang dibanding pewaris. Statement tersebut menimbulkan banyak tanggapan dari publik, sebab pada kenyataannya Ryu merupakan anak seorang CEO.

Miradj Ramadan Putra yang menjadi narasumber siaran program Young Entrepreneur Pro 2 menyampaikan bahwa perintis dan pewaris mempunyai risiko masing-masing yang tidak diungkapkan ke publik. Namun, ketika pendapat tersebut dikeluarkan oleh anak berusia 8 tahun, banyak yang merasa tersinggung.

“Banyak yang tersinggung dengan perbandingan antara perintis dan pewaris. Perintis merasa mereka berdarah-darah untuk mencapai satu tujuan. Ibaratnya ketika pewaris mengalami kegagalan, besok mereka masih bisa makan. Tapi untuk perintis ketika mengalami kegagalan esok hari mereka tidak bisa makan. Itulah yang menyinggung banyak orang,” ungkap Mirajd.

Menurut Miradj, viralnya statement ini adalah bagian dari keberhasilan pemasaran yang cerdas. Terlepas dari orang yang ada di belakang Ryu, Ia memang pintar dalam menyampaikan pesan. Dan Ia memiliki tujuan untuk penyampaian statement tersebut yaitu memasarkan ebook hasil tulisannya yang berjudul “Cara Mendapatkan 100 Juta Pertama di Usia 8 tahun”.

Miradj juga membedah perbedaan pola pikir perintis dan pewaris, Ia mengaku lebih suka bekerja sama dengan sesama perintis karena mereka all in dalam berbisnis. Hal tersebut tidak dimiliki oleh orang yang sudah kaya dari lahir. Sebagai perintis, Miradj menekankan pentingnya memiliki mentalitas survival mode, narsistik (kepercayaan diri), dan inferior (kemauan untuk belajar).

“Bagi perintis yang ingin mencapai kesuksesan, coba menjalin kolaborasi dengan figur-figur yang lebih besar. Hal ini dilakukan untuk menciptakan barter value dengan apa yang kita punya dan mempercepat pertumbuhan bisnis. Selain itu, personal branding dan skill juga penting, jika ketiga hal tersebut dimiliki dalam satu waktu, kita bisa mencapai tujuan,” pungkas Miradj. (Aulia)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....