Mengais Rezeki dari Seikat Ketupat

  • 29 Mar 2025 16:00 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Purwokerto : Perayaan lebaran di Indonesia identik dengan ketupat, yang biasanya disajikan dengan opor ayam. Jadi tidak heran apabila menjelang Idul Fitri, banyak penjual ketupat dadakan bermunculan.

Tepat di seberang jalan Kantor RRI atau di depan salah satu supermarket, penjual ketupat dadakan terlihat pada H -2 lebaran, Sabtu (29/3/2025). Sejak pukul 7 pagi, mereka sudah sibuk menggelar lapak di pinggir jalan tersebut.

Sambil menganyam ketupat yang dijual, kedua penjual tersebut lalu menggantungkannya pada seutas tali yang dipasang di antara 2 pohon peneduh jalan. Penjual itu bernama Miskun dan Wanto.

Miskun berasal dari Kemangkon, Purbalingga, sementara Wanto adalah warga Kalibagor, Banyumas. Keduanya berjualan ketupat untuk mengisi waktu karena pekerjaan mereka sebagai penambang pasir tengah libur.

"Sebelum berjualan disini, kemarin saya jualan ketupat di Pasar Sokaraja," kata Miskun ketika diwawancarai RRI. Biasanya mereka pindah-pindah tempat cari tempat yang ramai apakah pasar atau di depan pusat perbelanjaan.

Sementara itu ketika ditanya harga, Wanto mengatakan seikat ketupat ia jual dengan harga Rp 10 ribu. Pembeli akan mendapat ketupat sebanyak 10 buah ketupat berbentuk jajaran genjang atau yang lonjong.

Untuk menganyam ketupat, Wanto dan Miskun membutuhkan daun kelapa muda atau janur yang mereka dapatkan dengan membeli. Uniknya meski membeli mereka harus memetik daun kelapa sendiri.

Berdasarkan pengalaman selama berjualan ketupat, biasanya pada H -1 lebaran penjualan ketupat akan meningkat bahkan sampai ludes terjual. (TP)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....