Banjir Lumpur Bendungan Pelus Jadi Berkah Tangkap Ikan

  • 27 Jan 2026 12:02 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Purwokerto - Banjir lumpur melanda kawasan Bendung Arca atau Bendungan Pelus pada Selasa (27/1/2026) akibat curah hujan tinggi di wilayah hulu. Fenomena ini menyebabkan kondisi air sungai berubah menjadi hitam pekat dan mengeluarkan aroma lumpur yang sangat menyengat.

​Wasis Penjaga Bendungan Arca Menjelaskan Kondisi debit air yang meningkat drastis memaksa  untuk tetap bersiaga penuh selama 24 jam guna memantau situasi. Koordinasi intensif dilakukan dengan pemantau di wilayah hulu agar peringatan dini bisa segera disampaikan kepada masyarakat.

​"Kalau di hulu sudah mendung atau hujan, itu harus waspada dan hati-hati karena petugas dari atas pasti mengabari kalau debit air naik," ujar Wasis,

​Meskipun membawa material lumpur yang tebal, bencana ini justru mendatangkan rezeki dadakan bagi warga di sepanjang aliran sungai. Banyak masyarakat yang datang berbondong-bondong untuk memanen ikan yang muncul ke permukaan akibat kondisi air yang keruh.

​Fenomena ikan yang "mabuk" karena pengaruh lumpur ini terjadi di sepanjang aliran Sungai Pelus hingga ke wilayah Sungai Banjaran. Warga dengan mudah menangkap berbagai jenis ikan hanya dengan menggunakan peralatan sederhana seperti seser atau tangan kosong.

​"Hari Sabtu itu sepanjang aliran Sungai Pelus dan Sungai Banjaran ramai sekali orang mencari ikan karena ikannya pada mabuk," kata Wasis menambahkan.

​Warga setempat, Rusmiato mengungkapkan bahwa banjir lumpur kali ini merupakan salah satu fenomena yang paling tidak biasa dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Air yang hitam pekat tersebut mulai terlihat mendominasi aliran sungai sejak hari Jumat dan Sabtu lalu.

​Meski banyak yang memanfaatkannya untuk mencari ikan, rasa khawatir tetap menyelimuti benak warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai. Ketakutan akan adanya banjir susulan yang lebih besar membuat masyarakat tetap waspada terhadap kenaikan permukaan air.

​"Saya takut sekali kalau banjirnya sampai meluap ke kampung-kampung, apalagi airnya hitam pekat dan baunya menyengat," tutur Rusmiato.

Kegiatan menangkap ikan ini pun tidak hanya diikuti oleh penduduk lokal, melainkan juga memicu kedatangan warga dari luar daerah. Beberapa warga bahkan berhasil membawa pulang ikan dalam jumlah banyak hingga memenuhi wadah seukuran ember cat. (DSY/Saepul )

 

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....