Jelang Ramadhan, Masjid Agung Purwokerto Gelar Sosialisasi Tamyiz
- 23 Jan 2026 09:33 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Upaya memperluas pemahaman terjemah Al-Qur’an terus dilakukan Masjid Agung Baitussalam (MAB) Purwokerto melalui kegiatan “Sosialisasi Tamyiz 1”. Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari rangkaian Pra Ramadhan 1447 H/2026 M dan diikuti ratusan peserta dari berbagai wilayah sekitar Purwokerto.
Sosialisasi tersebut berlangsung pada Sabtu, 17 Januari 2026, di Pendopo Sipanji, Kompleks Kantor Bupati Banyumas. Sebanyak 102 peserta hadir, yang sebagian besar merupakan perwakilan Rumah Tamyiz Offline/Online (RTO) di bawah koordinasi RTO Purwokerto.
Alumni Fakultas Hukum Unsoed 1981, Slamet Hartono, SH., yang juga Sekretaris Takmir MAB Purwokerto, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Training of Trainers (TOT) Tamyiz yang sebelumnya digelar oleh Tamyiz Online Pusat di Jakarta. “Sosialisasi ini menjadi langkah lanjutan untuk memperluas pemahaman dan praktik Metode Tamyiz di tingkat lokal,” ungkapnya saat bincang-bincang dengan Ir. H. Alief Einstein, M.Hum.
Dalam kegiatan tersebut, peserta dikenalkan tata cara mengajarkan terjemah Al-Qur’an dengan Metode Tamyiz yang menekankan optimalisasi otak kanan. Metode ini dikenal dengan slogan “nggak mikir, nggak ngapal”, yakni belajar melalui tiruan suara lantang, berirama, serta pengulangan yang dikemas secara menyenangkan melalui nyanyian.
Ketua Panitia Amaliah Ramadhan 1447 H/2026 M MAB Purwokerto, Drs. H. Samingan, menyampaikan bahwa metode ini dirancang agar kaidah-kaidah terjemah dapat dihafal secara alami tanpa terasa membebani peserta. Pendekatan yang menggembirakan diharapkan mampu menarik minat masyarakat dari berbagai kalangan usia.
Sementara itu, Ketua Takmir MAB Purwokerto, H. Sudarman, S.Ag., dalam sambutannya menekankan pentingnya istiqamah dalam belajar Al-Qur’an, khususnya dalam memahami terjemahnya. Ia juga berharap RTO Purwokerto dapat memperluas jangkauan hingga ke kabupaten lain seperti Purbalingga, Cilacap, Banjarnegara, bahkan Kebumen.
Kegiatan ini juga diwarnai penampilan masing-masing RTO yang memperagakan lagu-lagu Tamyiz sebagai metode belajar terjemah Al-Qur’an. Antusiasme peserta terlihat tinggi, termasuk dari kalangan lanjut usia yang tetap semangat mengikuti kegiatan meskipun memiliki keterbatasan fisik.
Melalui Sosialisasi Tamyiz 1, MAB Purwokerto berharap aktivitas pembelajaran terjemah Al-Qur’an dengan Metode Tamyiz semakin berkembang. Ke depan, RTO-RTO baru diharapkan dapat terbentuk untuk memperluas akses pembelajaran, sekaligus mendorong masyarakat mengikuti program Tamyiz Online secara gratis melalui media WhatsApp.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....