Pemkab Banyumas Terima Bantuan Kebencanaan dari BNPB
- 15 Nov 2025 22:04 WIB
- Purwokerto
KBRN, Banyumas: Pemerintah Kabupaten Banyumas menerima secara simbolis bantuan kebencanaan dari Tim Peninjau Kondisi Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sabtu (15/11/2025) siang di Ruang Joko Kahiman, Pendopo Si Panji.
Acara penyerahan turut dihadiri Tenaga Ahli Kepala BNPB, pimpinan perangkat daerah, Rektor Unsoed, perwakilan Kadin, Al Irsyad Al Islamiyyah, komunitas masyarakat sadar bencana, serta insan media.
Bantuan yang diserahkan BNPB untuk penanggulangan bencana di Banyumas meliputi 200 paket sembako, 200 matras, 100 selimut, 20 tenda keluarga, serta satu unit pompa alkon.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Pelaksana BPBD Banyumas, Andi Risdianto, menjelaskan bahwa beberapa hari terakhir wilayah Banyumas dilanda berbagai bencana alam yang berdampak pada ratusan keluarga.
“Sejak 8 hingga 11 November, terjadi 26 kejadian banjir, 133 tanah longsor, dan 9 angin kencang. Peristiwa ini memengaruhi 708 KK atau 2.247 jiwa,” ujarnya.
Baca juga: 78 Titik di Banyumas Terdampak Bencana Alam

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyampaikan apresiasi atas dukungan BNPB dan menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berupaya mengantisipasi bencana yang rutin terjadi tiap tahun. Ia menekankan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas, sehingga kolaborasi dengan BNPB akan terus diperkuat.
Sadewo memastikan bahwa bantuan logistik dan peralatan yang diterima akan segera disalurkan kepada warga terdampak bencana di berbagai wilayah Banyumas.
“Kami juga mengusulkan bantuan peralatan dan pembangunan fisik, termasuk perbaikan jembatan yang rusak akibat bencana. Semoga BNPB bisa membantu,” kata Sadewo.
Baca juga: Hujan Deras Picu 16 Kejadian Bencana di Banyumas
Sementara itu, Unsur Pengarah BNPB sekaligus Tim Peninjau Kondisi Bencana di Banyumas, Isroil Samiharjo, mengatakan pihaknya telah meninjau langsung sejumlah lokasi terdampak, termasuk Desa Ketanda yang mengalami tanah bergerak.
“Saya melihat sendiri kondisi di lapangan. Tanah bergerak ini sebenarnya bisa dicegah,” ucapnya.
Isroil menekankan pentingnya sinergi pentahelix dalam mitigasi bencana, yaitu kerja sama lima unsur: pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media. Seluruh elemen tersebut, kata dia, harus berperan aktif meningkatkan kewaspadaan, apalagi curah hujan saat ini cukup tinggi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....