Banyumas Tanggap Darurat Bencana, Masyarakat Diminta Waspada
- 01 Nov 2025 19:00 WIB
- Purwokerto
KBRN, Banyumas: Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan karena Kabupaten Banyumas saat ini masih berstatus tanggap darurat bencana. Status tersebut berlaku selama satu bulan, mulai 24 Oktober sampai 24 November 2025.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas Andi Risdianto menyampaikan, penetapan status tersebut dilakukan menyusul banyaknya bencana hidrometeorologi yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Menurut Andi, bencana-bencana tersebut dipicu oleh cuaca ekstrem akibat peralihan musim, dari musim kemarau ke musim penghujan.
“Banyumas saat ini berstatus tanggap darurat bencana banjir, tanah longsor, dan angin kencang,” kata Andi kepada RRI, Sabtu (1/11/2025).
Oleh karena itu, Andi berpesan kepada masyarakat, terutama yang tinggal di daerah rawan, untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengenali potensi bencana guna mengurangi risiko kerugian yang mungkin timbul.
Masyarakat diingatkan untuk mememperhatikan saluran air di sekitar rumah dan tidak membuang sampah ke saluran air agar aliran tetap lancar dan tidak terjadi banjir. Selain itu, warga yang tinggal di sisi tebing, diminta mengenali kondisi lingkungannya karena curah hujan tinggi meningkatkan risiko terjadinya tanah longsor.
“Terkait mengenali risiko terhadap lingkungannya sendiri itu penting. Misalnya, karena mengenali resikonya tinggal di sisi tebing lalu jauhi ancamannya dengan melakukan tindakan-tindakan guna mengurangi risiko,” tutur Andi.
Adapun berdasarkan surat peringatan dini BMKG untuk wilayah Jawa Tengah periode Dasarian I Oktober 2025, Banyumas termasuk dalam kategori waspada dengan potensi curah hujan tinggi mencapai 150-200 milimeter per dasarian. Curah hujan tertinggi diprediksi akan mencapai puncaknya di akhir bulan November tahun ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....